Batal meminang Wawan Hendrawan, Borneo FC sementara hanya memiliki dua kiper, yakni Muhammad Ridho dan Nadeo Argawinata. Tersisa satu slot kosong, kemungkinan besar bakal diisi dari Akademi Nahusam.


Presiden Borneo FC Nabil Husein Said Amin menuturkan, performa Ridho cukup matang untuk dipercaya sebagai kiper inti tim. Apalagi kedatangan pelatih penjaga gawang Zoran Banovic berpengaruh besar sejauh ini. "Dua kiper kami Ridho dan Nadeo makin matang. Jadi, tidak perlu mengambil kiper berpengalaman," tuturnya.


Dijelaskan Nabil, Ridho dan Nadeo punya kualitas dan kapasitas permainan yang nyaris mirip. Selain itu, keduanya berhasil memikat produsen sarana olahraga Calci dan Adidas untuk menjadikan duta merek.


Mulai musim ini, Borneo FC memang fokus untuk melahirkan bibit kiper berkualitas. Nadeo yang lebih muda lima tahun dari Ridho yang berumur 25 tahun, keduanya punya prospek bagus ke depannya. "Kami harap salah satu dari Ridho dan Nadeo bisa ke timnas. Kalau perlu dua-duanya," harapnya.


Terpisah, Ridho yang sementara diplot sebagai kiper inti bersyukur mendapat kepercayaan lebih. Menurutnya, jarang kiper muda di Indonesia bisa mengisi posisi utama penjaga gawang. "Saya harap bisa konsisten dan tampil bagus. Memberikan yang terbaik untuk tim musim ini," paparnya.


Membaiknya performa Ridho diakuinya tak lepas dari arahan Zoran. Pemain yang musim lalu mendapat kesempatan sembilan kali tampil itu menilai sang pelatih punya menu yang bagus saat latihan. "Alhamdulillah dapat pengalaman baru dari coach Zoran. Kami bersemangat mengikuti latihan," pungkasnya. (KP/AHS)