Kontestan Liga 1 wajib mendaftarkan pemain asing mereka ke FIFA. Tidak terkecuali Borneo FC. Rencananya, pada 5 April mendatang, manajemen tim beralias Pesut Etam akan bertolak ke Jakarta untuk memenuhi regulasi itu.


Untuk diketahui, proses pelatihan pendaftaran terbagi dalam empat kloter, antara 4–8 April. Sekretaris Borneo FC Ridhotya Warman mengatakan, itu sudah lazim dilakukan para tim kontestan liga resmi bentukan federasi di bawah naungan FIFA.


Dalam sistem bernama transfer matching system (TMS), data para legiun asing akan mudah diakses. “Kalau di TSC 2016 lalu tidak berlaku, karena hanya kompetisi biasa. Nah Liga 1 ini resmi, jadi harus mendaftarkan pemain asing,” terangnya. Dia mencontohkan, soal bergabungnya Helder Lobato dari klub asal Jordania. “Dengan masuk TMS, proses transfer itu menjadi lebih jelas dan masuk dalam database FIFA,” ucap dia.


Sedianya, lanjut dia, TMS lebih kepada mengedukasi klub-klub terkait regulasi transfer pemain agar sesuai dengan ketentuan FIFA. “Pemain yang tidak terdaftar dalam FIFA tentu tidak bisa berkompetisi. Karena TMS adalah aturan mutlak bagi pemain asing yang ditetapkan FIFA," katanya.


Dalam pengisian TMS itu, Ridho didampingi Reza Katamsi akan mewakili Borneo FC ke Jakarta. Tidak hanya mengurus TMS, dia juga akan mengurus seputar hak pemain dan klub. “Borneo FC di kloter dua, bersama Perseru Serui dan Persiba Balikpapan yakni pada 5 April nanti,” tutupnya. (KP/AHS)