Setelah resmi menjadi bagian dari Borneo FC, Kunihiro Yamashita dihadapkan dengan pekerjaan rumah. Cedera yang didapat saat membela Borneo FC di final Piala Presiden 2017 membuat bek berpaspor Jepang itu harus menepi beberapa waktu untuk pemulihan.


Fisik jelas jadi kendala. Agar tidak makin ketinggalan, pemain yang dijuluki The Samurai itu menggandakan porsi latihan didampingi fisioterapis. Diterangkan fisioterapis Borneo FC, Lutfinanda Amary, cedera Yama memang sudah pulih 100 persen. Namun, kondisi fisiknya masih berkisar 70 persen.


“Dalam satu pekan kami akan memfokuskan endurance dan power karena kondisinya (Yama) menurun drastis saat recovery dari cedera,” ucap Lutfi.


Walhasil, durasi latihan Yama pun ditambah. Bahkan, ketika skuad diliburkan, bek berpostur 182 sentimeter itu tetap diwajibkan mandi keringat. “Selama ini, PBFC latihan dengan format 4:1 atau empat hari latihan rutin dan satu hari libur. Demi mempercepat masa recovery seluruh pemain,” bebernya.


“Ya, setelah seminggu, kemungkinan Yama sudah bisa memasuki tahap latihan selanjutnya. Membiasakan diri dengan bola-bola sulit,” katanya. Perlakuan khusus pun diterima Yama agar cederanya tidak gampang kambuh. “Biasanya setelah latihan kami beri es selama 15 menit pada bagian paha kanan (lokasi cedera),” jelas Lutfi.


Sementara itu, Kunihiro Yamashita menyebut, untuk terus meningkatkan fisik ke level terbaik, menjalani latihan pagi dan sore hari baginya bukan masalah. Dia pun mengaku bangga bisa bergabung dengan skuad utama Pesut Etam. “Saya suka berada di sini. Saya juga suka pelatih dan seluruh pemain. Mudah-mudahan saya dapat membantu banyak tim ini,” tegasnya.


Disinggung soal adaptasi, Yama mengakui tidak mengalami kendala. Sebab, sebagian besar pemain bermain bersamanya di Piala Presiden. Seperti (Abdul) Aziz, Patrich (Wanggai), dan Diego (Michiels),” pungkasnya. (KP/AHS)