Draft jadwal Liga 1 sudah dibagikan kepada masing-masing klub. Klub kontestan pun dipersilahkan PT Liga Indonesia Baru memberikan tanggapan terhadap draft tersebut.


Salah satu klub, yang pasti akan memberikan tanggapannya adalah Borneo FC. Tim juara Divisi Utama 2014 dan runner up Piala Presiden 2017 ini menilai draft jadwal seharusnya dibuat masuk akal. "Masa Borneo FC melawan PSM Makassar tanggal 31 Mei (home), besoknya tanggal 1 Juni langsung melawan Madura United (away)," urai Nabil.


Pengusaha muda di Kaltim itupunl berharap persoalan tur ke Papua yang akan memakan cost (pengeluaran) tinggi juga jadi perhatian. "Kami berharap misalnya tur ke Papua vs Persipura, ada baiknya sekaligus melawan Perseru. Jadi tidak bolak balik, seharusnya PSSI dan PT LIB memperhatikan hal tersebut agar pengeluaran klub dapat dihemat," terangnya.


Pria pengidola klub AC Milan itu juga tak lupa menyorot perihal stadion beberapa klub peserta yang masih dibawah standar. Iapun meminta PSSI dan PT LIB segera melakukan verifikasi. "Selain itu terkait verifikasi stadion sampai saat ini belum dilakukan. Seharusnya PSSI melakukan hal tersebut karena ada beberapa stadion yang belum layak serta sangat sulit ditempuh," pungkas Nabil.


Sebelumnya, Nabil Husein Said Amin berharap kompetisi Liga 1 2017 ini berjalan lancar tanpa merugikan satu pihak. Iapun percaya PT Liga Indonesia Baru bisa mengakomodir keinginan semua pihak agar mutu kompetisi bisa lebih baik lagi. "Profesional adalah kunci dan objektif dalam memberikan keputusan adalah terpenting, semoga nanti tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” paparnya. (AHS/FAC/*)