Torehan fantastik dicatatkan Borneo FC pada gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 lalu. Tim kebanggaan masyarakat Samarinda itu membukukan 62 gol, sekaligus menasbihkan diri sebagai tim terbanyak mencetak gol selama semusim bersama Sriwijaya FC.


Dari total 340 tembakan, 158 diantaranya sukses mengarah ke gawang lawan. Pelatih kepala Borneo FC, Dragan Djukanovic pun mengaku terpacu dengan hasil itu.


Ia menargetkan anak asuhnya pada Liga 1 2017 mendatang bisa melewati pencapaian itu. Terlebih, karakter menyerang yang dipegangnya secara teguh menjadi alasan. Dalam kamus pelatih berlisensi UEFA Pro itu, menyerang adalah strategi terbaik untuk meraih kesuksesan.


Untuk merealisasikan hal itu, lini depan Borneo FC dituntut lebih produktif. Peran Lerby Eliandri sebagai pengedor pun bakal menjadi tumpuan. "Saya yakin dia akan bersinar musim ini, dia pemain muda yang mau bekerja keras, dia juga terus belajar dan dia sangat ambisius." ungkap Dragan.


Pemain bertipikal seperti Lerby memang sangat disukai Dragan Djukanovic. Sayang, musim lalu pundi gol Lerby terhenti di angka enam karena ia keburu dipanggil timnas Indonesia. "Saya pikir dia adalah salahsatu penyerang terbaik Indonesia saat ini, dia punya ciri khas yang kuat, saya berharap dia bisa benar-benar maksimal musim ini," tambah eks bomber timnas Yugoslavia itu.


Terkait kabar skuadnya yang akan kedatangan marquee player, Dragan Djukanovic menilai keputusan itu sepenuhnya diserahkan kepada manajemen. Namun ia mengaku tak akan memberlakukan secara spesial pemain didalam timnya. "Disini kita bekerja keras secara bersama, saya tidak peduli seberapa besar nama pemain itu, kalau nanti di lapangan dia tidak bisa menunjukkan kualitasnya, silahkan keluar dari tim saya," pungkas nya. (AHS/FAC)