Kerugian besar melanda Borneo FC setelah jadwal Liga 1 2017 pekan pertama mengalami perubahan. Ya, tim asal Samarinda ini dalam draft jadwal beberapa hari lalu, disebutkan akan bertandang ke Papua melawan Persipura Jayapura, 16 April mendatang.


Namun, pada Selasa (11/4) malam, pukul 23.31 WITA, pihak klub mendapatkan email perihal penyampaian jadwal pertandingan Gojek Traveloka Liga 1 2017 yang dirilis PT Liga Indonesia Baru. Dalam surat disertai jadwal terbaru bernomor 038/LIBIV/2017 itu, Borneo FC diharuskan menggelar laga kandang melawan PS TNI pada 17 April 2017 di Stadion Segiri.


Sedangkan laga melawan Persipura Jayapura baru digelar pada pekan ke-4 tanggal 2 Mei 2017 di Stadion Mandala Jayapura. Sontak, kabar itu bak petir disiang bolong. Maklum, tiket pesawat, hotel dan keperluaan lain ke Jayapura telah disiapkan dengan matang.


"Jujur, kami agak shock setelah melihat jadwal ini, pikir kami draft pekan 1 adalah gambaran utama dan tidak akan berubah, apalagi jika melihat durasi waktunya saat ini yang mepet, kami jelas merugi dengan situasi ini. Seharusnya pagi ini, jam 06.15 WITA kita sudah bergerak menuju Balikpapan, tapi jadwal itu membuat semua program kita berantakkan. Parah sekali ini," ujar Farid Abubakar, Manajer Borneo FC, Rabu (12/4) dinihari.


Seperti diketahui, Borneo FC sebelum ada perubahan ini, telah menyusun program matang guna meraup poin di markas Persipura. Tim berjuluk Pesut Etam ini memilih melakukan persiapan lebih cepat menyambut laga perdana di Papua.


Bahkan, anak asuh Dragan Djukanovic tak hanya sekedar transit di Makassar sebelum bertolak ke Jayapura. Mereka justru memilih menginap dan berlatih dua hari di Kota Daeng, 12-13 April 2017. Menjaga kebugaran pemain adalah alasannya. Maklum, jarak tempuh dari Samarinda menuju Jayapura adalah 3,523.7 kilometer. Alhasil, memangkas panjangnya durasi perjalanan dengan menginap di Kota Daeng adalah keputusan terbaik.


"Kami waktu di ISC A tahun lalu juga begitu, ada jeda istirahat dulu di Makassar sebelum ke Jayapura, ini untuk menjaga kebugaran pemain agar tetap prima sesampainya di Papua. Selain itu ini memudahkan kami menyiapkan tiket penerbangan kesana. Apalagi tanggal 14 April itu tanggal merah, tiket susah dicari dan jika ada harganya tak lagi normal," urai Farid.


"Itulah alasan kenapa kami sudah prepare jauh-jauh saat akan tanding di Jayapura, dan kami nggak tahu kalau justru malah berubah begini," pungkasnya sedih. (AHS)