Raihan satu poin Borneo FC atas tuan rumah PS TNI pada laga perdana Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 harus dibayar mahal dengan cederanya dua penggawa Pesut Etam.


Dua pemain itu ialah Helder Lobato dan Wahyudi Hamisi, Mereka harus menjadi korban pada pertandingan yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (17/4) sore.


Seperti diketahui, laga Borneo FC melawan PS TNI berjalan keras. Kedua tim tampak tak mau mengalah demi mengejar kemenangan, alhasil benturan diatas lapangan kerap kali tak terelakkan.


Hal ini diperparah dengan tak tegasnya pengadil dalam menjalankan tugasnya. Bahkan, protes keras sesekali dilancarkan kubu Borneo FC atas buruknya kepemimpinan wasit. "Kami menyanyangkan cara wasit memimpin pertandingan, beberapa kali dia membuat keputusan keliru sehingga pemain yang akhirnya jadi korban. Kami tidak tinggal diam, kami akan laporkan segera kejadian ini," ujar Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin.


Disisi lain, fisioterapis Borneo FC Luthfi Nanda Amary menerangkan kondisi dua pemain yang mengalami cedera masih terus dipantau kondisinya. Iapun berharap keduanya cepat segera pulih, mengingat pada 22 April mendatang, Pesut Etam harus bertanding di Palembang.


"Luka dibagian pelapis Helder (Lobato) terbuka lebar dan harus di jahit, untuk menutup lukanya itu diperlukan 6 jahitan. Sedangkan Wahyudi Hamisi tadi diduga sempat alami geger otak ringan, dia juga tadi sempat nggak ingat apa-apa, tapi alhamdulillah perlahan mulai membaik," terangnya.


Dalam laga ini, PS TNI dan Borneo FC bermain imbang 2-2 dan harus puas berbagi poin 1. Hasil ini juga membuat Borneo FC menjadi satu-satunya tim asal Kaltim yang sukses meraup poin, sebelumnya Mitra Kukar dan Persiba Balikpapan harus takluk atas lawan-lawannya. (AHS)