Usai mendapat hasil imbang melawan PS TNI pada laga pertama di Liga 1 musim ini Borneo FC langsung bersiap untuk laga kedua. Melawat ke kandang Sriwijaya FC di Palembang, kini pasukan yang dilatih Dragan Djukanovic ini fokus perbaiki pertahanan.


Kesalahan mendasar yang mengakibatkan dua kali keunggulan harus disamakan kala tampil di Bogor akan diperbaiki. Lini belakang Borneo FC, disebut pelatih asal Montenegro itu hilang konsentrasi dan akibatnya harus menerima satu poin saja.


Tiba di Palembang kemarin siang, Dragan langsung meminta anak asuhnya untuk berlatih dan beradaptasi dengan kondisi di kota yang dibelah Sungai Musi ini. Lini belakang pun dievaluasinya agar nantinya bisa lebih rapat menjaga pertahanan. “Ada beberapa posisi yang akan saya perbaiki, terutama lini belakang,” ucap Dragan.


Dari evaluasinya, koordinasi para bek tim berjuluk Pesut Etam ini wajib ditingkatkan. Berbagi peran dua palang pintu, Helder Lobato dan Kunihiro Yamashita harus bisa lebih jelas nantinya. “Saya yakin tim ini bisa tampil bagus dipertandingan kedua, pada pertandingan pertama wajar terjadi miss komunikasi, hanya saja waktu itu tim lawan mampu memanfaatkan jadi gol,” paparnya.


Pembenahan ini akan jadi menu utama latihan sebelum pertandingan melawan Laskar Wong Kito berlangsung Sabtu (22/4) mendatang. Apalagi lini serang Sriwijaya FC pasti lebih tajam dari lawan sebelumnya. “Kami akan terus upayakan pembenahan dan siap pada laga berlangsung nanti,” imbuhnya.


Ditanya soal apakah masalah tersebut akibat dari tak mainnya Diego Michel yang cedera. Ia menolak mentah-mentah hal tersebut. Baginya, semua pemain di timnya mempunyai kemampuan yang setara. “Saya akan pasang pemain yang siap menampilkan permainan terbaik, siapa pun itu. Kemarin dia (Diego, Red) cedera, makanya tak diturunkan,” sebutnya.


Dirinya pun masih melihat perkembangan kondisi dari pemain naturalisasi itu. Sebab, Diego masih bermasalah pada otot hamstringnya yang jika dipaksa bermain akan mengganggu performanya di lapangan. “Hanya cedera ringan tapi saya pikir tak perlu dipaksakan,” tandasnya. (SP)