Pelatih Borneo FC Dragan Djukanovic mengaku masih penasaran membawa pulang 3 poin dari Stadion Jakabaring, Palembang, markas Sriwijaya FC.


Pasalnya pertemuan terakhir Pesut Etam melawan Laskar Wong Kito di Jakabaring, harus puas pulang tanpa mengantongi poin. Padahal musim lalu, Sriwijaya sukses mencuri 1 poin dari kandang Borneo FC.


"Pertandingan terakhir kami kalah di sini. Dan ini motivasi tersendiri untuk membalas kekalahan," kata Dragan saat sesi konferensi pers di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (21/4).


Dragan pun tak segan menilai Sriwijaya FC termasuk salah satu klub terbaik di Liga Indonesia. Pasalnya Borneo FC kerap kesulitan meladeni Hilton Moreira dan kawan-kawan. Pelatih asal Montenegro itu memprediksi pertandingan yang dimainkan Sabtu (22/4) sore ini akan berjalan sengit. Terlebih pada pertemuan terakhir di Piala Presiden 2017 lalu, Borneo FC mampu unggul 1-0 meski menurunkan pemain lapis kedua.


"Sriwijaya punya kualitas yang baik dan Para pemain mereka bermain sangat hati-hati. Tentu seluruh pemain akan menyulitkan kita yang notabene mengandalkan strategi menyerang. Tapi kami tidak takut menghadapi Sriwijaya di kandangnya," ujarnya.


Dragan menganggap kegagalan timnya meraih poin maksimal di laga perdana lalu, justru menjadi motivasi Pesut Etam tampil habis-habisan di Palembang. Ia juga tak risau bakal tetap mengandalkan permainan menyerang melalui tusukan dua winger yaitu Terens dan Rifal Lastori.


"Tapi kami juga punya strategi bagaimana akan meladeni permainan mereka. Kami akan bermain menyerang, kami percaya dengan kekuatan para pemain kami," ungkapnya.


Sementara itu, Kapten Borneo FC, Ponaryo Astaman tak ragu mengusung kemenangan untuk timnya. Menurutnya pemain Borneo FC sudah mengevaluasi kesalahan tim di pertandingan pertama lalu. Pemain bernomor punggung 11 ini berharap rekan-rekannya fokus mencuri kemenangan pertama Borneo FC di Liga 1. "Semoga kita bisa memenangkan pertandingan besok. Karena pertandingan pertama kemarin saya kira kita belum maksimal," ucap Ponaryo. (TK)