Kondisi seluruh pemain Borneo FC tak ada yang mengalami cedera sejauh ini. Helder Lobato dan Wahyudi Hamisi yang sempat cedera kini sudah dinyatakan fit. Bek kiri, Abdul Rachman yang usai menjalani operasi mata ikan pun sudah berlatih.


Fisioterapi Borneo FC, Lutfinanda Amary Seftiandi mengatakan, semua pemain dalam kondisi prima. Hanya Abdul Rachman yang perlu mengembalikan kondisi fisiknya, pasca 10 hari tak boleh latihan. “Jadi tidak ada masalah berarti dengan kondisi pemain. Tinggal kesiapan pemain saja untuk bisa diturunkan,” ucap Lutfi.


Lulusan Poltekkes Kemenkes Jakarta ini menjelaskan kondisi terkini Helder Lobato. Ia menyebut, robek pelipis sebelah kiri itu tak mengganggu performanya. Pemain Brazil itu sebenarnya sudah bisa dimainkan kala laga melawan Sriwijaya FC. “Tapi ia tak tampil karena alasan strategi saja, bukan karena cedera,” paparnya.


Kemudian untuk Wahyudi Hamisi, ia juga sudah memastikan jika tidak ada masalah berarti pada kepala pemain 22 tahun itu. Hasil CTScan menyatakan, tak ada kerusakan tulang, syaraf dan pendarahan. “Wahyudi memang sedikit lebih parah, tapi tak masalah lagi itu,” tutur Lutfi.


Kondisi yang sama juga berlaku untuk Diego Michiels. Sebelumnya pemain naturalisasi ini mengalami cedera dibagian paha. Namun, pada latihan terakhir, ia tampak sudah fit sehingga mengikuti seluruh rangkaian menu latihan. Terakhir Abdul Rachman, akibat terlalu lama beristirahat usai operasi mata ikan di kaki, kondisi fisik hanya perlu pemulihan. Latihan khusus sudah diberikan pelatih fisik, Vladimir Krunic untuk masalah itu. “Mungkin dua hari ke depan kondisi fisik Rachman sudah pulih kembali,” imbuhnya.


Terpisah, Wahyudi Hamisi mengakui jika dirinya sejauh ini masih trauma akibat cedera geger otak ringan yang ia alami. Benturan keras yang mengakibatkan kepalanya harus menghantam tanah kala melawan PS TNI itu masih terbayang. “Kepala saya langsung menghantam tanah, setelah itu saya tak ingat sama sekali jalannya pertandingan,” ungkapnya.


Pemilik nomor punggung 33 ini mengaku, masih takut untuk melakukan heading ataupun duel udara. Wajar saja ia masih trauma, pasalnya sakit di kepalanya masih terasa hingga tiga hari setelah pertandingan. “Saya sampai menolak tawaran pelatih untuk jadi starter saat melawan Sriwijaya FC. Tiga hari kepala saya masih pusing saat itu. Mungkin perlahan, saya akan coba hilangkan trauma itu,” pungkasnya. (SP/FAC)