Rindu suporter Borneo FC yang tergabung dalam Pusamania untuk melihat langsung penampilan pemain idolanya, dipastikan bakal terobati. Sebab Sabtu (29/4) nanti, laga kandang pertama Borneo FC digelar di Stadion Segiri.


Tapi pihak klub berharap euforia pertandingan jangan sampai melanggar regulasi. Salahsatunya adalah menyalakan flare (lampu suar) di dalam stadion.


Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin mengatakan pihaknya hanya ingin taat akan regulasi yang dibuat PSSI dan operator liga. Jika melanggar, denda berat akan menanti klub berjuluk Pesut Etam tersebut.


Tak tanggung-tanggung, besaran sanksi yang diterima adalah Rp10 juta untuk satu flare yang menyala. “Mohon kerjasamanya, mari sayangi tim ini, jaga agar tidak didenda,” ucap Nabil.


Pengusaha muda di Kalimantan Timur itu mengatakan jika ada 10 suar yang menyala di dalam Stadion Segiri, sebelum, saat atau sesudah pertandingan, maka pihak klub dipastikan akan membuang duit sebesar Rp100 juta guna membayar denda. Selain itu, nama baik Borneo FC akan tercoreng dan mendapat sorotan karena gagal menciptakan suasana pertandingan yang layak.


“Tapi saya yakin, Pusamania bisa membuktikan diri sebagai suporter yang sayang dengan klubnya, lebih baik pakai kreativitas yang lain saja, sebab menyalakan flare akan merugikan tim, saya yakin Pusamania pasti mengerti soal ini, mari kita sayangi klub kita,” terangnya.


Selain flare, yang tak boleh dinyalakan dalam stadion adalah petasan, smoke bomb, pluit dan lampu laser. Sebab hal itu dapat menganggu jalannya pertandingan. Kekhawatiran lainnya, jika aturan itu tetap dilanggar, justru denda yang akan diterima klub makin berlipat.


Bukan tidak mungkin pula, Borneo FC dihukum pertandingan kandang tanpa kehadiran penonton, atau bahkan bermain di luar Samarinda. Pasalnya, hal itu kerap dilakukan federasi sepak bola di luar negeri, khususnya di Eropa. “Mengingat ini sudah laga resmi, tentu hal itu dilarang, ini sudah ada aturannya, mari kita lakukan dari sekarang, agar kedepan insyaallah saat kita bermain di kompetisi Asia semua bisa berjalan lancar,” papar Nabil lagi. (SP/AHS)