Bek asal Brasil Helder Lobato resmi angkat koper dari Stadion Segiri usai Borneo FC memutus kontraknya. Hal itu diungkapkan Manager Borneo FC, Farid Abubakar.


Menurutnya manajemen harus melepas Helder, lantaran palang pintu bertinggi 190cm itu tampil di bawah ekspektasi pelatih. "Betul, kita sudah tidak lagi menggunakan jasa Helder mulai hari ini," kata Farid, Jumat (28/4).


Helder sebenarnya sudah tidak muncul saat latihan tim, Kamis (27/4/2017) kemarin. Dicoretnya Helder dari skuad Pesut Etam menjadi kali kedua musim ini. Sebelumnya, Pesut Etam mendepak pemain asing lainnya, Kim Yong Tae yang sudah lebuh dulu dikontrak selama semusim.


Kim didepak sebelum pemain asal Korea Selatan itu merasakan atmosfer Liga 1. Pencoretan Helder membuat Borneo FC wajib membayar kompensasi soal kontraknya. Menanggapi hal itu, Farid menjelaskan pihaknya sudah menuntaskan pembayaran kompensasi tersebut.


Helder menjadi pemain Borneo FC yang didatangkan dengan transfer fee. Ia didatangkan ke Samarinda dengan mahar sekitar Rp 533 juta dari klub Al Wehdat asal Yordania. "Kami sudah pertimbangkan mencoret Helder sejak beberapa hari lalu. Soal kompensasi, ya itu kewajiban kami untuk membayarnya dan sudah kami lakukan. Sekarang kami akan fokus dengan tim kami melawan Persegres," ungkapnya.


Disisi lain, Borneo FC langsung move on setelah melepas palang pintu Helder Lobato. Tak butuh waktu lama bagi tim kebanggaan publik Kota Tepian itu mendapatkan pengganti. Pemain tersebut yaitu Matheus Henrique Do Carmo Lopes yang juga berasal dari negeri Samba.


Manager Borneo FC, Farid Abubakar mengatakan pihaknya langsung mendatangkan pemain pengganti karena bursa transfer bakal ditutup 30 April 2017. "Kami harus cepat dapat pemain pengganti karena deadline transfer sampai tanggal 30 April. Dan hasilnya sudah ada nama baru yaitu Matheus Lopes asal Brasil," ujar Farid .


Menurut Farid, Matheus memiliki postur kokoh dan ideal sebagai bek, yaitu 190cm. Keberadaan Matheus diharapkan cocok dengan skema Dragan Djukanovic untuk diduetkan bersama Yamashita Kunihiro.


Matheus sendiri sudah mengikuti latihan bersama skuad Pesut Etam pada Jumat (28/4) malam. Ia rencananya akan diperkenalkan secara resmi kepada awak media pada Sabtu (29/4) siang di Stadion Segiri. "Kita tunggu saja perkenalannya, rencananya Sabtu siang di Kantor Borneo FC, Stadion Segiri,” ungkapnya.


Matheus sebelumnya memperkuat klub Divisi 3 Brasil, Tombense. Ia juga pernah berkarir di Liga China bersama klub CD Tiancheng musim 2013/2014. Mengenai mahar yang harus ditebus Borneo FC, Farid tak memberikan jawaban detail. Ia hanya mengatakan pihaknya segera mengurus administrasi pemain berusia 32 tahun itu.


"Soal biaya, kami belum bisa sampaikan. Tapi yang jelas setelah dia datang, kami harus cepat urus IMTA, supaya dia setidaknya bisa main lawan Persipura, tanggal 2 Mei nanti, ya syukur-syukur kalau bisa main lawan Persegres ini hari,“ pungkasnya. (TK/FS)