Usai menang telak 3-0 atas Persegres Gresik di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (29/4) malam, tak banyak waktu bagi Borneo FC untuk beristirahat. Ya, tim besutan Dragan Djukanovic, pada Minggu dinihari (30/4) harus segera ke Bandara Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan guna terbang ke Jayapura.


Seperti diketahui, laga lanjutan Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 pekan ke-4, Pesut Etam dijadwalkan menantang tuan rumah Mutiara Hitam, Persipura Jayapura, Selasa (2/5). Total dalam lawatan ke Papua, Borneo FC membawa 20 pemain terbaik diantaranya Lerby Eliandry, Ponaryo Astaman, Terens Puhiri, Rival Lastori, Wahyudi Hamisi, Patrich Wanggai, Riswan Yusman, Firly Apriansyah, Muhammad Ridho, Nadeo Argawinata, Diego Michiels, Michael Orah, Leonard Tupamahu, Sultan Samma, Asri Akbar dan Abdul Rahman.


Selain itu, Borneo FC juga memboyong seluruh legiun asingnya, seperti Flavio Beck Junior, Kunihiro Yamashita, Shane Smeltz serta pemain rekrutan anyar, Matheus Lopes. "Sebenarnya ada nama Ricky (Ohorella), hanya saja dia cedera tadi, dan harus dilakukan perawatan, saya harap Ricky bisa pulih saat kami kembali ke Samarinda nanti," urai pelatih Borneo FC Dragan Djukanovic.


Disisi lain, saat ditanya jadwal yang begitu padat, pelatih berlisensi UEFA Pro itu menerangkan perjalanan panjang ini jelas sangat merugikan timnya. Terlebih jarak antar pertandingan yang begitu dekat. "Saya tidak mengerti dengan yang mengatur jadwal ini, kami baru bermain dan harus berangkat lagi 8 jam penerbangan menuju Papua, belum lagi kami harus ke bandara jam 2 pagi dari Samarinda, agar tiba tepat waktu di sana (Jayapura)," paparnya.


Meski demikian, Dragan mengaku tak gentar. Ia justru merasa tertantang dengan kondisi sepak bola Indonesia saat ini. "Ingat, kami tidak akan pernah menyerah, kami akan berjuang menghadapi semua ini, kami akan usaha keras untuk yang terbaik," pungkasnya. (AHS/FS)