Tak hanya pandai dalam mengolah si kulit bundar, Kapten Borneo FC juga disebut memiliki keahlian dalam mengolah kosakata.


Disinggung perihal keinginan membuat buku terkait perjalanan karir sepak bolanya, Ponaryo Astaman tak menapiknya. Namun, ia belum bisa memastikan kapan hal itu bisa terealisasi.


Keinginan mantan pemain termahal Liga Indonesia itu membuat buku, tak lepas dari kegemarannya membaca. Disebutnya, dengan membaca dirinya memiliki wawasan luas.


"Saya memang sudah lama suka baca buku, bukan hanya buku soal sepak bola, diluar sepak bola jika menarik saya pasti baca. Ya karena ini juga, kadang terbesit untuk bikin buku sendiri," terang Ponaryo Astaman, Rabu (17/5) malam.


Keinginan putra daerah Kalimantan Timur itu memiliki buku memang wajar, apalagi kompratriot seangkatannya, seperti Bambang Pamungkas pernah sukses saat mengeluarkan buku.


Pemilik gol terbaik di Piala Asia itupun mengaku tengah menikmati penghujung karirnya sebagai pesepakbola. Meski belum secara gamblang mengumumkan pensiun dari si kulit bundar, musim ini disebut-sebut sebagai musim terakhir bagi pemain yang pernah bermain di Liga Malaysia itu.


"Saya belum bisa kasih jawaban sekarang, nanti di akhir musim baru saya kasih jawaban, akankah pensiun atau tidak, yang jelas untuk saat ini saya ingin menikmati suasana setiap pertandingan bersama Borneo FC," urai Ponaryo. (AHS)