Penampilan pemain muda, Riswan Yusman semakin menawan, tak ayal ia pun menjadi pilihan mengisi pos sayap kiri Borneo FC. Bahkan dirinya jadi yang pertama memerawani gawang Persib Bandung ketika bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Tapi ia tak memperdulikan hal itu, sebab ia hanya ingin membantu tim bisa jadi juara.


Hal itu yang diungkapkan pemain berumur 20 tahun itu Rabu (24/5) pagi. Baginya apakah dia atau pemain lain yang mencetak gol tak pernah jadi soal. Pasalnya, ia hanya ingin berprestasi bersama Borneo FC. "Yah itu tak jadi soal. Yang terpenting sebenarnya bagaimana saya harus kerja keras membawa Borneo FC Berjaya di kompetisi tahun ini," ucapnya.


Riswan memang mengaku senang dan bangga atas keberhasilannya mencetak gol pertama di karir profesionalnya. Hanya saja, gol pertama yang bersarang di gawang Persib Bandung di GLBA itu tak bisa ia buat tanpa kerja sama dari pemain lainnya. "Tentu senang, ini gol pertama saya di level tertinggi. Tapi bagi saya tim bisa menang jadi yang terpenting," tuturnya.


Atas pencapaian ini, rasa syukur pun tak lupa ia panjatkan. Tentunya dengan terus berharap agar dapat membuka keran gol serta kemenangan bagi Pesut Etam selalu diraih dengan kerja sama tim. "Target utama saya adalah bisa juara bersama tim ini. Kalau bisa cetak gol tentu lebih baik lagi," tegas pemain asal Maluku ini.


Sebenarnya, Borneo FC sangat bersyukur memiliki pemain ini. Sebab Riswan termasuk pemain serba bisa. Baik ditempatkan sebagai gelandang bertahan, di posisi sayap kanan dan kiri maupun sebagai penyerang. Kedua kakinya juga sama kuatnya, kemampuan menyerang dan bertahannya bisa dibilang sama bagusnya.


Pada musim ini, ia sudah bermain sepanjang 310 menit dengan selalu dimainkan pada tiap laga. Baik itu dimulai sebagai starter atau dari bangku cadangan. Tentunya hal ini tak lepas dari kualitas yang ditunjukkannya ataupun kebutuhan strategi tim.


Disisi lain, pemain senior Borneo FC, Leonard Tupamahu meminta Riswan tak cepat puas. Menurutnya, yang membuat pemain muda sulit tumbuh pesat karena sering cepat puas, iapun berharap Riswan tak begitu. “Dia harus kerja keras lagi, ini baru permulaan, jangan cepat puas,” terang eks penggawa timnas Indonesia itu. (HFZ)