Sudah memiliki branding khusus, jersey Borneo FC ternyata tidak dapat sembarangan diimitasikan. Sebab hal itu berkaitan langsung dengan pelanggaran hak cipta. Selain itu, masalah tersebut juga berkaitan dengan pemasukan klub dari sektor merchandise.


Chief Marketing dan Bisnis Borneo FC, Muhammad Novi Umar mengatakan, sejauh ini jersey klub yang asli hanya dijual di Borneo FC Store di Stadion Segiri. Hanya saja, banyak pula pedagang yang menjual versi imitasinya dengan harga yang lebih murah.


“Hal itu sebenarnya ada pelanggaran hak cipta. Makanya kami juga meminta agar pedagang jangan menjiplak baju sembarangan,” ucap Novi.


Tentunya hal ini agar kostum imitasi tersebut tak banyak beredar di pasaran. Sebab jika begitu, tentu akan merugikan pihak klub juga, dan berkaitan dengan urusan pendapatan tim berjuluk Pesut Etam itu. “Jangan coba-coba untuk bisa mengimitasi jersey terutama terkait dengan logo. Pelanggaran hak cipta itu,” tuturnya.


Ia pun mencoba merangkul para pedagang agar bisa diberikan pemahaman. Jika ingin menjual jersey di luar produk asli, lebih baik berkoordinasi dengan pihaknya di Borneo FC Store di Kompleks Stadion Segiri. “Jadi kami bisa memberikan label khusus jika produk pedagang tersebut sudah mendapat persetujuan dari kami. Jadi tak dianggap barang ilegal,” tambahnya.


Jersey Borneo FC sendiri memiliki dua kualitas, yakni autentik dan replika. Jersey autentik dibanderol Rp 325 ribu, sedangkan replika dihargai Rp 225 ribu. Selain itu, Borneo FC store juga menjual khusus jersey untuk ukuran anak-anak seharga Rp 100 ribu. "Membeli produk resmi klub, secara otomatis kalian mendukung finansial klub, jadi tanamkan dari sekarang bangga menghidupi," pungkas Novi. (**/SP)