Kemenangan 3-0 atas Bhayangkara FC menegaskan jika Stadion Segiri cukup angker bagi lawan. Sebab sejauh ini, ketika Borneo FC bermain di stadion itu tak ada satu tim pun yang bisa menyarangkan gol.


Walaupun baru tiga laga kandang yang dimainkan Pesut Etam, tetapi ini wujud kuatnya Ponaryo Astaman dkk jika tampil dihadapan pendukunganya. Mulai lawan Persegres Gresik, Borneo FC menang telak 3-0, selanjutnya Semen Padang dikalahkan 1-0 dan terakhir Bhayangkara FC dilumat 3-0.


Keberhasilan ini tentu jadi poin penting bagi punggawa Pesut Etam untuk bisa menjaga konsistensi. Tetap terus menang tanpa kebobolan di kandang tentu harus bisa dijaga. Sebab trend positif ini jadi modal untuk bisa menembus papan atas.


Sayangnya, hal itu jauh berbeda ketika tim kebanggaan warga Samarinda ini tampil di luar kandang. Sebab jika tampil di kandang lawan, Pesut Etam sejauh ini sudah kebobolan 10 gol. Meski pada putaran pertama ini Borneo FC lebih banyak tampil tandang. Tetapi hal ini menunjukkan jika performa lini belakang masih perlu ada yang diperbaiki.


Asisten Pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin mengatakan, memang tak ada strategi atau taktik khusus ketika bermain di kandang. Ia hanya menyebut jika bermain dihadapan Pusamania, semangat anak asuhnya lebih terlecut lagi. "Sebenarnya tak ada yang berubah. Mungkin jika bermain di Segiri anak-anak ingin sekali menyembahkan kemenangan bagi suporter. Mungkin kami hanya perlu mewaspadai serangan balik lawan nantinya," tuturnya.


Sementara itu, kiper utama Borneo FC, M Ridho mengatakan, ia hanya ingin mencoba bermain sebaik mungkin dalam tiap laga. Hasil tak pernah kebobolan jika bermain di Segiri, baginya itu hanya bonus semata. "Saya tidak ingin terlena. Harus kerja keras lagi. Saya ingin menjaga gawang sekuat mungkin," ucap Ridho, singkat. (HFZ)