Jelang laga Derby Papadaan, Borneo FC terancam tak diperkuat kiper utama, Muhammad Ridho. Pasalnya kiper bernomor punggung 20 itu masih mengalami cedera otot usai uji lapangan di Balikpapan jelang laga melawan Persiba, Jumat (2/6) kemarin.


Tanpa Ridho, kemungkinan posisi kiper menjadi milik Nadeo Argawinata. Jika kembali di percaya, Nadeo semakin menasbihkan diri sebagai penjaga gawang spesialis derby.


Sebelumnya, ia juga pernah dipasang melawan Mitra Kukar di Bandung (menang 3-2) saat Piala Bhayangkara, lalu Barito Putera di Banjarmasin (kalah 1-0) pada putaran kedua ISC A 2016 dan terakhir melawan Persiba Balikpapan (kalah 3-2) pekan lalu.


Meski demikian, sejauh ini belum ada perkembangan signifikan terkait kondisi Ridho. Fisioterapis Borneo FC, Luthfi Nanda, mengungkapkan pihaknya harus melakukan observasi terakhir terhadap Ridho, minimal H-1 pertandingan. "Masih dilihat kondisi perkembangannya. Kalau membaik pasti akan dipasang sebagai starter. Tapi kalau belum, harus istirahat dulu," ucap Lutfi Nanda Amary, fisioterapi Borneo FC.


Ini bakal menjadi persoalan serius bagi Pesut Etam apabila tak diperkuat Ridho. Pasalnya Portiere asal Pekalongan itu menjadi tumpuan utama di bawah mistar. Apalagi Ridho sejauh ini mencatatkan statistik yang apik saat mengawal gawang Borneo FC di Stadion Segiri. "Kami punya sejumlah pemain yang kemungkinan tidak bisa dimainkan, ada Diego Michiels (cedera) dan Matheus Lopes (akumulasi kartu), selain itu ada kiper Muhammad Ridho yang juga masih dipantau kondisinya," urai Dragan Djukanovic, pelatih Borneo FC.


Dibawah kawalan Ridho, total tiga pertandingan home, disapu bersih dengan catatan tanpa kebobolan. Cleansheet itu berbanding lurus dengan hasil yang diraih Borneo FC yaitu 100 persen menang. Saat ini Ridho tengah menjalani pemulihan. Ia berlatih terpisah pada sesi latihan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda. (TK/AHS)