Dalam dua laga terakhir, konsentrasi penggawa Pesut Etam pada menit akhir jadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Ya, dari rentan menit 75-90, tim lawan sukses memanfaatkan kelemahan ini untuk membobol gawang Pesut Etam.


Wajar jika pelatih kepala asal Montenegro Dragan Djukanovic sedikit khawatir pada tingkat konsentrasi anak asuhnya. Seperti diketahui, saat menantang Persiba Balikpapan, Sabtu (3/6) lalu, seusai berhasil menyamakan kedudukan dan menguasai jalannya laga, timnya justru kebobolan di menit akhir, hingga akhirnya kalah 3-2.


Begitu pula pada laga melawan Barito Putera Rabu (7/6) lalu di kandang sendiri, Borneo FC kebobolan oleh gol set piece Rizky Pora disaat sudah unggul 2-0. Untung saja tak ada gol tambahan dan tiga poin tetap dikunci.


Pada laga tersebut, Borneo FC memang terlihat tampak bermain santai saat unggul dengan margin lebih dari satu gol. Padahal bagi pelatih asal Montenegro ini, tiap menit adalah krusial dan tak bisa dipandang enteng. "Apalagi setelah membuat gol, Barito selalu menekan. Saya sempat khawatir pemain hilang konsentrasi," ucap Dragan.


Mantan pelatih FK Lovcen pun meminta kepada tiap pemain untuk bisa menjaga konsentrasi sepanjang laga di pertandingan selanjutnya. Sebab, hanya dengan begitu tim berjuluk Pesut Etam ini bisa menjaga trend positif ke depannya. "Saya berharap kejadian di Balikpapan kebobolan di menit akhir tak terjadi lagi. Itu sangat berbahaya jika terulang," bebernya.


Selain itu, ia juga menegaskan agar anak asuhnya mampu mengurangi kesalahan sendiri. Apa yang dikatakannya itu bukan tanpa alasan. Lantaran, permainan cepat tim lawan, khususnya ketika tampil tandang bisa saja membuat konsentrasi pemain terpecah. "Pemain juga harus bisa mengurangi kesalahan tidak penting, agar tidak mudah ditekan lawan. Jikapun membuat kesalahan, cara terbaik saat itu adalah tanggung jawab dan kerja keras lagi," pungkas Dragan. (HFZ/AHS)