Upaya membangun sepak bola industri terus dilakukan Borneo FC. Klub berjuluk Pesut Etam ini membangun pusat merchandise klub dengan nama Borneo FC Store.


Hasilnya cukup menggembirakan, baru sebulan berjalan keuntungan yang diraih sudah bisa membiayai tim junior. Presiden Klub Borneo FC, Nabil Husein Said Amin mengatakan, sejauh ini ia percaya jika pusat merchandise klub ini bisa mendatangkan manfaat bagi klub.


Bahkan ia pun tak perlu lagi memikirkan biaya operasional Borneo FC U-19, karena sudah bisa ditutupi dari keuntungan pusat merchandise resmi klub tersebut. "Ini potensial dan berdampak bagus untuk kemajuan klub salah satunya bisa klub junior," ucap Nabil.


Pria penyuka AC Milan ini pun mengimbau kepada seluruh warga Samarinda yang ingin membeli pernak-pernik klub untuk langsung ke Borneo Store. Sebab selain terjaga keasliannya, juga bisa membantu klub tetap hidup. "Mari beli produk asli klub sekaligus menghidupi klub juga," katanya.


Kendati Nabil tak mau menyebutkan besaran keuntungan Borneo FC Store, tetapi disebut-sebut omzet berada disekitar Rp40-80 juta per bulan. Namun hal itu masih belum bisa menjadi gambaran, sebab toko resmi klub tersebut baru berjalan satu bulan.


Chief Marketing dan Bisnis Borneo FC, Muhammad Novi Umar mengatakan, jika selama ini yang paling laris diburu para suporter adalah baju polo dan jersey home yang dikenakan Ponaryo Astaman dkk. "Baik yang auntentik dan replika semua laris. Kemudian baju jersey kedua berwarna hitam juga cukup laris," kata Novi.


Jersey Borneo FC sendiri memiliki dua kualitas, yakni autentik dan replika. Jersey autentik dibanderol Rp 325 ribu, sedangkan replika dihargai Rp 225 ribu. Selain itu, Borneo FC store juga menjual khusus jersey untuk ukuran anak-anak seharga Rp 100 ribu.


"Selain jersey, merchandise lain yang tak kalah bagus yaitu kaos oblong bergambar wajah pemain, Ponaryo Astaman, Lerby, Flavio, dan Diego Michiels. Khusus kaos oblong bergambar wajah pemain dihargai Rp 130 ribu, dengan kualitas kain yang nyaman dipakai," tandasnya. (HFZ)