Beberapa klub mendapat undangan dari PSSI untuk bisa mengikuti pelatihan Security Officer Workshop yang rencananya dilaksanakan di Jakarta, 16-17 Juni nanti. Borneo FC berkesempatan mengikuti pelatihan itu karena dianggap mampu memenuhi syarat lisensi AFC.


Vice Chef Marketing Borneo FC, Reza Katamsi menuturkan, nantinya selama pelatihan, perwakilan klub akan belajar bagaimana mengembangkan adiminstrasi dan personel klub agar memenuhi lisensi AFC. Pelatihan tersebut Meliputi cara mengupload data dan berkas yang benar, dan merinci kebutuhan klub selama semusim.


“Lisensi klub yaitu semacam akreditasi untuk dapat predikat, itu istilah sederhananya. Ada 5 aspek yang dinilai, sporting, infrastruktur, administrasi dan personel, serta finance dan Legal,” ucap Reza.


Ia melanjutkan, pelatihan tersebut nantinya adalah bentuk pelatihan klub untuk menyiapkan steward di pinggir lapangan. Fungsinya sendiri untuk menjaga keamanan di dalam stadion terhadap ulah penonton. “Nah, wokshop itu nanti adalah salah satu syarat untuk melengkapi aspek administrasi dan personel,” imbuhnya.


Menurut pria jangkung ini, belum ada klub di Indonesia yang mampu memenuhi semua aspek lisensi AFC. Pasalnya deadline melengkapi semua aspek tersebut masih sangat lama. PSSI lantas mendorong klub untuk pelan-pelan melengkapi aspek tersebut agar nantinya klub di Liga Indonesia bisa memiliki lisensi standar AFC. “Lisensi itu penting, sebab imbasnya ke jatah klub Liga Indonesia yang akan bermain di Liga Champions Asia dan AFC Cup,” bebernya.


Reza menjelaskan manajemen Borneo FC sebenarnya gencar memenuhi kebutuhan lisensi AFC. Namun pihaknya terkendala di aspek infrastruktur. Sebab, Stadion Segiri belum memenuhi standar yang ditetapkan AFC. Menurut Reza, kendala tersebut juga turut dirasakan hampir semua klub di Liga Indonesia.


“Kendala yang ada saat ini dan hampir dirasakan klub indonesia ada pada aspek infrastruktur. Terutama lampu stadion, standar minimal AFC sebesar 1.200 lux,” tandasnya. (HFZ)