Borneo FC Samarinda bertekad meraih poin saat bertandang ke markas PSM Makassar, 19 Juni mendatang. Bermodalkan rekor tak pernah kalah dalam tiga pertemuan terakhir saat bersua Juku Eja, membuat motivasi skuad Pesut Etam semakin berlipat ganda.


Dalam lawatannya kali ini, Borneo FC membawa 20 pemain, minus marquee player asal Selandia Baru, Shane Smeltz yang absen karena sedang berlaga pada Piala Konfederasi 2017 di Rusia.


Meski demikian, target mencuri poin di kandang lawan tetap menjadi kewajiban. Terlebih. Borneo FC berkeinginan mematahkan rekor sempurna PSM yang tak pernah kehilangan poin di kandang.


“Kami akan melawan salahsatu tim kuat musim ini. Tapi tidak ada istilah mengalah sebelum berperang, kami harus kerja keras, kami datang untuk meraih poin, kita harus kerja ekstra karena lawan sangat berat,” ujar Nabil Husein Said Amin, Presiden Borneo FC.


Seperti diketahui, PSM dan Borneo FC adalah dua tim yang memiliki rekor 100 persen sempurna saat bermain di kandangnya. Hingga pekan ke-10, dalam lima kali laga di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Juku Eja meraih lima kali kemenangan. Hal yang sama juga didapat Pesut Etam saat menjamu lawannya di Stadion Segiri Samarinda. Klub berlabel juara Divisi Utama 2014 dan Piala Gubernur Kaltim 2016 itu melahap empat laga kandang dengan kemenangan. Dua diantaranya bahkan diraih dengan kemenangan telak, 3-0.


“Pertandingan ini akan menarik, rekor sempurna tuan rumah berpeluang kita rusak, kuncinya satu anak-anak harus siapkan mental dan bermain disiplin, jangan mudah terprovokasi,” tambah Nabil.


Seperti diketahui, empat dari lima laga PSM di kandang mereka, tim lawan kerap tampil timpang akibat kartu merah. Terbaru, Persipura Jayapura mendapat kartu merah saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Alhasil, Mutiara Hitam tumbang 5-1. Sebelumnya, Arema, Persija Jakarta dan Persela Lamongan juga bernasib sama, harus bermain 10 pemain. “Faktor non teknis ini jadi kewaspadaan kita. Karena memang faktanya dari yang kita lihat, empat laga mereka di kandang selalu ada kartu merah untuk tim lawan, juga ada penalti dimenit akhir (lawan Sriwijaya FC),” paparnya.


Namun, Nabil menerangkan pihaknya tak ingin terlalu berspekulasi lebih jauh perihal ini. Pihaknya memilih menyerahkan sepenuhnya kepada operator dan federasi. Meski demikian, pihaknya tetap akan menyiapkan tim khusus saat bertandang ke Makassar. “Iya kita akan bawa media yang akan merekam jalannya pertandingan, selain itu kita akan bawa wartawan sendiri juga dari Samarinda,“ pungkas Nabil. (HFZ/AHS)