Kekalahan menyakitkan harus diterima Borneo FC atas PSM Makassar Senin (19/6) malam lalu. Sebab satu-satunya gol yang tercipta pada malam itu dihasilkan dari titik penalti. Keputusan wasit menunjuk titik 12 pas itu membuat kiper Borneo FC, M Ridho kecewa.


Ya, pria asal Pekalongan ini mengeluhkan hal itu seusai laga berlangsung. Memang diakuinya jika keputusan wasit tak bisa diganggu-gugat, tapi keputusan bisa melihat dari sisi berbeda. Tentunya dengan meminta pendapat pemain. "Saya tak melanggar. Bola liar itu datang dan saya coba jauhkan dari kaki M Rahmat," ucap Ridho.


Selain itu, Ridho juga memastikan jika saat perebutan bola sangat minim terjadi kontak. Sebab ia hanya berupaya untuk menjauhkan bola dari jangkauan lawan. "Saya pikir tak ada kontak, saya sentuh bola duluan dan kaki dia yang datang ke tangan saya selepas itu, tapi sayangnya wasit punya pendapat berbeda. Ini sangat saya sesalkan," imbuhnya, dengan mata berkaca-kaca.


Ridho sepertinya sangat kecewa akan hasil yang diraih Pesut Etam di Makassar. Sampai-sampai diakhir laga ia pun harus menangis di dalam loker room. Keputusan wasit saat itu dianggapnya jadi sebuah keputusan yang salah.


Kejadian penalti di menit 65 itu berawal Bola liar hasil sapuan Terens Puhiri justru masuk ke kotak penalti yang dikejar M Rahmat. Ridho pun berupaya untuk merebut bola untuk bisa dijauhkan. Upaya itu berhasil, tapi M Rahmat terjatuh walau tak ada kontak saat sentuhan bola pertama. Hal ini lah yang membuat wasit Musthofa Umarella menunjuk penalti untuk PSM.


Berkat penalti itu pula saat ini PSM Makassar berhasil memuncaki klasemen berkat kemenangan yang diraih dari penalti tersebut. Sementara itu Borneo FC masih berkutat pada posisi 14 dengan raihan 14 poin. (HFZ)