Kabar mengejutkan datang dari kompetisi Liga 1 Indonesia. Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menangguhkan sementara regulasi pemain U-23 yang diterapkan di Go-Jek Traveloka Liga 1 2017.


Hal itu diperkuat dengan terbitnya surat bernomor 155/LIB/VI/2017. Penangguhan regulasi penggunaan pemain di bawah usia 23 tahun berlaku mulai 3 Juli 2017 hingga 30 Agustus 2017.


PSSI memutuskan penangguhan regulasi tersebut berdasarkan beberapa faktor, yaitu tidak adanya proses seleksi untuk pemain karena pemain Timnas SEA Games 2017 dan Kualifikasi Piala AFC U-23 2018 sudah didaftarkan ke AFC. Selain itu, tidak meratanya jumlah pemain yang diambil dari masing-masing klub, juga membuat PSSI menilai ada aspek keadilan yang harus diambil.


Akibatnya hal itu berdampak pula pada berubahnya jumlah pergantian pemain menjadi tiga kali pergantian dan jumlah pemain cadangan menjadi tujuh pemain.


Munculnya, penangguhan tersebut dianggap membuat kans bermain untuk pemain U-23 di masing-masing klub semakin tertutup.


Bukan tidak mungkin klub Liga 1 Indonesia bakal menepikan pemain belia untuk digantikan dengan pemain berpengalaman. Meski demikian, pemain muda Borneo FC, Dody Al Fayed tetap menyambut positif penangguhan regulasi tersebut.


Ia menilai, dengan penangguhan regulasi tersebut, pemain muda dituntut untuk terus menunjukkan kemampuannya agar tak kalah bersaing dengan senior.


"Ini positif juga. Saya ingin buktikan bahwa memang layak menjadi pilihan di klub. Bukan karena dibantu regulasi. Tapi karena kemampuan yang saya miliki," papar pemain berusia 19 tahun itu. (DMZ/*)