Bermarkas di Surabaya, Borneo FC akhirnya memilih tak mengambil jatah uji coba resmi lapangan. Uji coba itu bertujuan untuk tim tamu melihat kondisi terakhir lapangan yang akan dipakai bertanding keesokan harinya.


Diketahui, Sabtu sore ini Borneo FC akan menantang Persela Lamongan sebagai tuan rumah. Tetapi klub berjuluk Pesut Etam ini memilih untuk tak ambil jatah uji coba lapangan mengingat tim bermukim di Surabaya, selama tur Lamongan ini.


Rupanya alasan tim kebanggan urang Samarinda ini ingin menghemat tenaga agar lebih siap saat laga dimulai. Wajar saja, sebab rentang waktu bertanding hanya sekitar 4 hari saja. Alhasil tim pun sepakat untuk lebih mengoptimalkan masa recovery.


"Saya ingin anak-anak bermain penuh spirit, jaga kondisi dan kita harus meraih kemenangan kandang dan tandang," ucap Brigjen TNI Firman Ahmadi, General Manager Borneo FC.


Diketahui jarak antara Surabaya dan Lamongan sejauh 58 kilometer dengan jarak tempuh sekitar 1 jam perjalanan darat. Atas dasar itu pula manajemen Borneo FC memilih untuk tetap berlatih di Surabaya saja. Jumat pagi pun tim hanya berlatih di Stadion Polda Jatim, Surabaya. "Tidak mengambil jatah latihan resmi di Stadion Surajaya karena alasan ingin menghemat tenaga. Karena tim menginap di Surabaya," paparnya.


Apalagi, Borneo FC kali ini mematok target menang di Lamongan agar bisa menerobos papan atas. Maka kondisi pemain pun jadi perhatian khusus Firman, agar bisa tetap terjaga. "Saya ingin semua fokus pada pertandingan nanti. Jangan anggap remeh lawan, kami harus bermain penuh semangat di Lamongan, kemenangan adalah harga mati," tandasnya. (HFZ)