Sedang menghadapi periode sulit dalam perjalanan Liga 1, Borneo FC sedang banyak menuai kritik. Tapi Presiden Klub, Nabil Husein Said Amin tetap meminta agar publik bisa mendukung klub sepenuh hati. Sebab dengan begitu, klub bisa meraih kepercayaan diri kembali.


Diketahui, usai permainan buruk di Lamongan yang berujung dengan kekalahan 3-1, Sabtu (8/7) lalu, publik Samarinda lantas bertanya-tanya. Apalagi melihat komposisi pemain yang membuat tak mungkin jika posisi klub tersebut hanya berkutat di papan tengah dan papan bawah klasemen sementara.


Akhirnya muncul anggapan jika Borneo FC hanya mencari keuntungan saja, bukan prestasi yang bisa membanggakan Kota Tepian. Tapi hal itu buru-buru ditepis Nabil melalui akun facebooknya. Menurutnya, selama 3 tahun tim berjuluk Pesut Etam ini berdiri tak bisa dibandingkan dengan klub terdahulu yang sempat di Samarinda "Kami murni mengelola sendiri tanpa duit APBD sepeserpun. Klub ini juga tak bisa dibandingkan soal prestasi. Borneo FC juara 2 kali cuma 2 tahun," ucap Nabil.


Ia menambahkan, sebenarnya klub tak akan bertahan jika seandaianya hanya mengandalkan animo penonton selama 3 tahun terakhir. Sebab harus diakui publik Samarinda masih kalah fanatik dibanding suporter di pulau Jawa. "Cuma karena saya pikir ini kebanggaan, jadi saya dan keluarga mati-matian membuat klub ini tetap bertahan membawa nama kota ini," imbuhnya.


Tudingan hanya sekedar mencari untung dari penjualan tiket dan masuknya sponsor pun coba dipatahkannya. Penggemar AC Milan ini menjelaskan jika duit pemasukan tiket selama ini belum cukup menutupi biaya operasional klub yang mencapai miliaran rupiah tiap tahunnya. "Saya harus keluarkan minimal Rp1 miliar per bulan. Dan perlu digaris bawahi, saya bukan orang politik, kalau bukan untuk kebanggaan kota, apa lagi yang membuat saya bisa seperti itu," katanya.


Atas dasar itu pula, ia pun meminta agar publik Samarinda juga bisa mendukung klub Borneo FC sepenuh hati. Sehingga masa sulit klub saat ini bisa dilewati bersama, sekaligus mengharumkan nama Samarinda di pentas sepakbola nasional. "Semoga keikhlasan mendukung tim ini bisa kami balas dengan kemenangan di tiap laga. Sebab hanya dengan begitu klub juga akan merasa didukung publik," tuturnya.


Soal tudingan yang tak beralasan terkait hanya sekedar mencari untung, ia hanya meminta publik bisa berpikir positif. Sebab era sepakbola modern sedang diupayakan Nabil bisa dibangun di Samarinda. Karena itu, pemasukan tiket dari penonton akan sangat berarti bagi klub. "Selama ini saja (hasil dari tiket penonton) masih belum cukup menghidupi klub dengan mandiri. Maka dari itu tak ada niat kami untuk hanya sekedar mencari untung semata," tandasnya. (HFZ/AHS)