Kemenangan di laga Derby Mahakam Borneo FC benar-benar dibuat dengan susah payah. Pasalnya, selain masalah recovery yang mepet, banyaknya pemain yang cedera. Tekanan juga muncul dari publik Samarinda yang menilai skema permainan Borneo FC jauh dari harapan.


Secara blak-blakan Dragan menyampaikan hal ini dalam sesi jumpa pers usai laga melawan Mitra Kukar. Menurutnya, seluruh tim sedang diselimuti atmosfer yang tak baik dari para pecintanya. "Bagi saya seluruh orang di tim ini sedang berupaya keras memberikan kemampuan terbaik. Tapi tampaknya atmosfer yang mengelilingi tim sedang tidak sehat,” ungkap Dragan.


Tampaknya hal ini pula yang membuat permainan tim tampak canggung dan tak enjoy. Sering terjadi kesalahan umpan dan salah paham dalam komunikasi di lapangan. Untungnya, gol Lerby Eliandry di menit 61 bisa mengubah segalanya.


Dragan pun merasa terganggu dengan situasi ini, sebab tekanan yang diapungkan oleh masyarakat Samarinda terlalu menghakimi. Bahkan sampai menetapkan harus menurunkan pemain yang layak jadi starter dan strategi yang dipakai. Hal ini menurutnya sangat jauh dari kata membangun. "Saya sudah puluhan tahun di sepak bola, kenapa seolah mereka yang layak jadi pelatih," tegas pelatih berlisensi UEFA pro ini.


Menurutnya, hal ini bukanlah bentuk dukungan dari pecinta Pesut Etam. Melainkan bentuk upaya politik yang bisa saja mengubah jalannya target Borneo FC ke depan. “Mereka bukan mendukung tapi berpolitik," tuturnya.


Ungkapan Dragan ini sebenarnya adalah buntut dari kekalahan atas Persela Lamongan. Ekpektasi tinggi warga Samarinda atas Borneo FC yang berlaga di Stadion Surajaya Sabtu (8/7) lalu tak bisa diwujudkan. Hasilnya pecinta Pesut Etam ramai-ramai mengungkapkan pendapatnya di media sosial.


Menanggapai hal ini, sebagai Kapten Borneo FC, Ponaryo Astaman memastikan jika hal ini sudah menjadi perhatian pemain. Bahkan ia mengakui jika kondisi ini juga mempengaruhi ia dan rekan-rekannya. "Untung hasil hari ini positif. Paling tidak ini bisa menjaga semangat dan percaya diri pemain, tapi saya sampai tidak bisa tidur nyenyak memikirkan kondisi tim saat ini," tuturnya.


Ia juga mengaku jika sudah berbicara dengan pemain, bahkan staf pelatih dan manajemen sudah berkumpul bersama membahas masalah ini. Popon, sapaan akrabnya juga berharap agar dukungan tetap diberikan sewajarnya. Sebab ia paham jika pemain dan supporter sama-sama berjuang. "Siapapun dan berapa pun personelnya, yang terpenting adalah berjalan menuju satu arah. Kesatuan, saling percaya, saling mendukung. Agar ke depan bisa lebih baik," tandasnya. (AHS/KOK)