Pergantian tampuk pelatih di kubu Borneo FC dari Dragan Djukanovic ke Ricky Nelson rupanya jadi perhatian nasional. Hal terbukti dari antusiasnya jurnalis Jakarta yang bertanya soal situasi tim saat ini. Pelatih kelahiran Kupang, NTT ini pun mengaku ia diuji dalam 3 laga terakhir putaran pertama dengan status karateker.


Dalam sesi jumpa pers sebelum laga Persija Jakarta vs Borneo FC kemarin, Ricky mengaku jika ia ditunjuk sebagai karateker pelatih sebelumnya. Ia pun mengaku siap mengemban tugas itu dan tetap profesional. "Jika nanti hasilnya jelek dicoret itu wajar saja. Status sejauh ini karateker dan manajemen ingin melihat saya memimpin tim dalam tiga laga terakhir di putaran pertama ini," ucapnya.


Borneo FC memang ingin fokus pada tiga laga akhir putaran pertama ini. Selain laga lawan Persija Jakarta sore ini, Borneo FC akan melawan Perserui Serui dan terakhir ke Malang melawan Arema.


Pelatih berusia 37 tahun ini juga memasang target agar setelah putaran pertama, klub berjuluk Pesut Etam ini tetap berada di 10 besar klasemen sementara. "Jadi dengan begitu kami akan lebih mudah menatap putaran kedua dan kami usahakan bisa tetap stay di 10 besar," tuturnya, seraya menambahkan dengan begitu target tetap terjaga.


Agar bisa meraih target yang dicanangkan klub, ia pun akan mewaspadai semua tim. Tapi ia mengaku mendapat keuntungan, karena putaran kedua Borneo FC lebih banyak home dan diupayakan bisa meraup poin penuh di kandang. "Sebab saat ini belum ada tim yang sangat superior. Jadi semua tim masih sama kekuatannya," bebernya.


Untuk memperbaiki situasi tim yang dalam tekanan publik Samarinda, hal pertama yang ia angkat adalah motivasi pemain. Selain itu, pendekatan pada tiap pemain juga perlahan akan ia lakukan. "Kami punya pemain yang berkelas dunia, (Shane) Smeltz. Tentu ada hal baru yang harus saya pelajari terhadap dia," paparnya. (HFZ)