Perbedaan jam terbang antar pemain cadangan Borneo FC dengan pemain inti rupanya sangat jauh berbeda. Hal itu membuat pelatih caretaker Borneo FC, Ricky Nelson meminta agar ada uji tanding khusus pemain cadangan. Sore ini klub berjuluk Pesut Etam ini akan melakukan uji coba di Tangerang melawan Villa 2000. Otomatis, tim pun baru balik ke Samarinda pada Selasa besok, untuk seterusnya melakukan persiapan melawan Perserui Serui di Stadion Segiri.


Ricky Nelson mengungkapkan, jika permainan Borneo FC memang sangat jauh berbeda ketika tampil kandang dan tandang. Hal ini diperparah dengan jam terbang pemain cadangan yang jarang dimainkan. “Nah jadi pemain cadangan pada laga uji coba ini akan saya asah kemampuannya,” ucapnya.


Hal ia maksudkan adalah pemahaman soal taktik tim secara keseluruhan serta tingkat kepercayaan diri ketika laga resmi dimainkan. Apalagi selama ini, ia berpendapat, skuad Pesut Etam hanya mengandalkan main bertahan saja ketika laga away. “Tak ada taktikal, hanya bertahan habis-habisan. Nah pada laga ini jadi uji coba bagaimana pemain memahami skema yang akan saya terapkan. Khususnya pemain yang sering dicadangkan,” paparnya.


Nah dengan adanya uji coba ini, saya bisa melihat bagaimana pengalaman bermain yang selama ini terbentuk. Sekaligus juga untuk mematangkan strategi yang akan diterapkan. “Seperti pemain muda Wahyudi Hamisi yang lama tak bermain, atau Rifal Lastori tentu harus diasah. Begitu juga pemain lainnya,” urainya.


Namun ia mengakui hal ini tak segampang membalikan telapak tangan. Perlu waktu untuk meningkatkan level pemain cadangan. Evaluasi bertahap akan dilakukannya tiap laga. “Kami ingin ada skema yang jelas yang dimengerti pemain. Sembari mempersiapkan pemain untuk laga selanjutnya,” tandasnya. (HFZ/KOK)