Pergantian pelatih di tubuh tim Borneo FC dari Dragan Djukanovic ke Ricky Nelson rupanya masih perlu beberapa adaptasi. Salah satunya dengan melihat upaya Ricky memahami Marquee Player, Shane Smeltz. Ia pun mengaku perlu pendekatan khusus agar bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki pemain Selandia Baru itu.


Pasalnya, pelatih berumur 37 tahun ini melihat jika pemain tersebut bisa tampil trengginas bersama Borneo FC. Ia pun ingin melihat posisi seperti apa yang diinginkan mantan pemain Kedah FA di Liga Malaysia ini. “Jujur saja, saya juga gugup saat memegang tim utama. Apalagi ada pemain berkaliber internasional seperti Smeltz. Tapi tentu ada triknya untuk itu,” ucapnya.


Hal ini adalah tantangan baginya, ia juga sering membaca artikel terkait gaya melatih terhadap pemain yang kenyang pengalaman. Ia juga berdiskusi dengan staf pelatih lainnya. “Saya harus belajar lagi, buka web site tanya teman-teman pelatih yang lain. Intinya saya ingin maksimalkan potensi Smeltz,” tuturnya.


Ia juga terus membangun komunikasi dengan Smeltz terkait skema permainan dan meminta pendapat dirinya. Sejauh ini hal itu cukup baik dan pencetak gol ke gawang Italia di Piala Dunia 2010 itu bersedia untuk mengikuti arahannya. “Saya minta ia juga memberikan masukan kepada pemain lain agar chemistry pemain satu sama lain bisa terbentuk,” paparnya.


Ia mengakui, jika melatih tim junior dan senior sangat berbeda, termasuk ketika memegang tim di turnamen Piala Presiden dan kompetisi. Kalau pada tim piala presiden ia hanya ditargetkan bisa meningkatkan kepercayaan diri pemain muda agar bertambah pengalamannya. “Sedangkan di tim utama tentu hasil yang berbicara. Kalau jelek tentu diminta diganti, bagus akan lanjut,” tandasnya.
(HFZ/KOK)