PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 memutuskan untuk memakai jasa wasit asing. Rencananya kebijakan tersebut mulai diterapkan pada putaran kedua nanti. Mengingat banyaknya klub yang mengeluhkan kepemimpinan wasit lokal.


Selain itu, keputusan itu diambil demi meningkatkan kualitas Liga 1. Pasalnya hampir tiap pekan, klub peserta Liga 1 menyampaikan ketidakpuasan terhadap kualitas korps baju hitam ini. Bahkan ada 6 sampai 7 wasit yang bakal dievaluasi kepemimpinannya.


PT LIB menetapkan, nantinya dari sembilan pertandingan setiap pekan, wasit asing akan memimpin setidaknya sekitar 50 persen dari jumlah pertandingan yang digelar tiap pekan. Penggunaan wasit asing juga hanya untuk wasit utama berlisensi FIFA, sedangkan hakim garis tetap menggunakan jasa wasit lokal.


Mendengar kabar itu, pemain Borneo FC, Flavio Beck Junior sangat sumringah. Pemain yang akrab disapa Flaka ini sempat terkejut dengan kabar tersebut, namun selanjutnya mengapresiasi langkah PT Liga.


"Apa benar seperti itu? Wah saya baru mendengarnya dan ini langkah bagus. Saya cocok dengan ini, sikap yang bagus dari federasi khususnya untuk di Asia," ucap pemain yang akrab disebut Flaka itu.


Pemain asal Brazil ini menilai wasit lokal Liga 1 memang selayaknya dievaluasi. Walaupun tidak semua wasit lokal memiliki kulitas buruk, tapi ia menilai kualitas wasit perlu ada perbaikan. "Jadi yang sangat buruk itu, saat terjadi pelanggaran, dia tidak menyebut pelanggaran. Atau saat terjadi pelanggaran, wasit malah tidak peduli sama sekali," ungkap pemilik nomor punggung 87 ini.


Hanya saja menurutnya, beberapa wasit yang perlu dievaluasi bahkan disanksi karena kepemimpinannya tidak bagus untuk kompetisi teratas di Indonesia. "Ya memang ada sedikit problem dengan wasit lokal. Tapi saya menilai tidak semua wasit lokal buruk," tutupnya. (HFZ)