Sempat bermain di kasta kedua Liga Indonesia bersama 757 Kepri Jaya FC dengan status pemain pinjaman, gelandang Abdul Aziz Lutfi Akbar beberapa hari terakhir akhirnya kembali ke Samarinda. Ia pun telah bergabung dengan Ponaryo Astaman dan kawan-kawan untuk berlatih. Tentu saja hal ini menambah kekuatan Borneo FC di lini tengah.


Sang pemain pun mengaku senang dan bangga bisa kembali ke klub berjuluk Pesut Etam ini. Ia pun siap bersaing dengan gelandang lainnya untuk bisa masuk skuad utama. “Ya senang dan bangga, apalagi saya memang bergabung dengan klub ini dari awal musim,” ucap Aziz.


Saat bermain di 757 Kepri Jaya ia selalu jadi pilihan utama tim pada tiap pertandingan. Alhasil, ia pun mengaku jika jam terbangnya kini bertambah. Jika dipercaya turun gelanggang, ia yakin dirinya sangat siap. “Mental bermain sudah terbentuk. Karena sering bermain saat di Kepri,” imbuhnya.


Diketahui 757 Kepri Jaya ini bermain di Liga 2, ia pun menceritakan perbedaan Liga 1 dan kasta kedua kompetisi Nasional itu. Menurutnya, permainan di Liga 2 lebih keras dan pemain harus siap secara fisik dan mental. “Wah beda sekali, permainan lebih kasar dan tekanan penonton lebih kuat,” beber pemain asal Jawa Barat ini.


Hal ini yang menurutnya, ia sangat siap untuk tampil di Liga 1, sebab mental dan fisiknya sudah terbentuk. Namun ia sangat menyayangkan kondisi Liga 2 yang jauh dari kata ideal sebuah kompetisi. “Lapangan banyak yang rusak, wasit yang tak fair dan permainan kasar. Mungkin karena jarang tayangan langsung jadi minim pengawasan,” tuturnya, bercerita.


Nah kini untuk Borneo FC, ia pun siap untuk memberikan yang terbaik kepada tim kebanggan urang Samarinda ini. Dirinya juga merasa cocok dan paham dengan skema Ricky Nelson sebagai pelatih baru di skuad Pesut Etam. “Sejak di Piala Presiden saya sudah tau apa maunya coach Ricky. Tapi intinya saya akan mengeluarkan kemampuan terbaik,” tandasnya. (HFZ/KOK/*)