Borneo FC terus berlatih di Stadion Segiri dengan pelatih baru. Perbedaan sangat terasa pada latihan bersama Ricky Nelson yang sepekan ini memegang amanah sebagai pelatih. Salah satu adalah memaksimalkan peran Asri Akbar dan Flavio Beck Junior di lini tengah.


Pelatih sebelumnya, Dragan Djukanovic kerap mengandalkan sektor sayap untuk tumpuan serangan. Namun, ditangan Ricky Nelson, Borneo FC justru ingin serangan dibangun dari sektor belakang. Sehingga saat offensif, penggawa Pesut Etam diminta merancang serangan dengan baik.


Maka peran Asri Akbar dan Flavio Beck Junior sebagai pengalir bola dari lini belakang ke tengah atau langsung ke depan maupun sektor sayap jadi vital. Hal ini terlihat dalam skema Ricky Nelson dalam latihan game belakangan. Bahkan Flavio yang pada era Dragan dijadikan gelandang box to box. Kini ia dimainkan sebagai Deep-lying Playmaker, sama persis seperti Asri Akbar.


Tak adanya pemain setipe Asri Akbar saat ini, memaksa Flavio pun mendapat peran baru itu. Apalagi, saat ini Cedera menghampiri Asri dan tentu harus punya pengganti yang sepadan. Ricky Nelson pun menganggap Flavio lebih cocok berperan layaknya Xabi Alonso di Bayern Munchen. "Karena saya melihat dia lebih bagus pada posisi itu," ucap Ricky Nelson.


Berdiri diantara empat pemain bertahan dan gelandang, Depp-lying Playmaker ini bertugas mengatur serangan dari bawah, sekaligus mengatur ritme permainan. Bukan sebagai gelandang perebut bola seperti yang biasa dipakai klub di Indonesia. “Dia dan Asri sebenarnya bertipe sama, cuma Asri kalau tak cedera dia berani maju ke depan," tutur pelatih berlisensi AFC A itu.


Nah untuk mengatur serangan tentunya perlu dibantu oleh dua gelandang lain yang bisa berduel di lini tengah. Maka itu jadi tugas Wahyudi Hamisi, Ponaryo Astaman dan Dody Al Fayed. Itu kenapa Xabi Alonso perlu Arturo Vidal dan Tiago Alcantara di Bayern Munchen atau Marco Veratti harus dibantu Adrien Rabiot dan Blasie Matuidi di PSG.


Tapi Ricky Nelson menolak jika gaya permainannya bakal sama seperti dua tim tersebut. Ia juga menyebut jika masih banyak variasi permainan yang bisa dipakainya. Seperti memainkan kombinasi di lini tengah, long passing dan main pertukaran posisi. “Jadi lawan juga tak mudah untuk membaca permainan kami,” tuturnya.


Maka lawan Perseru Serui besok malam pun menjadi pembuktian jika skema bermain itu bakal berhasil atau tidak. Tiga poin pun jadi kata wajib untuk bisa direbut Borneo FC di hadapan pendukung sendiri. Sebab, publik Samarinda hanya ingin permainan klub Pesut Etam lebih menghibur. "Ya, tiga poin di kandang itu harus. Jika tidak posisi kami juga sulit di klasemen, sejauh ini persiapan terus kami kejar," tandasnya. (AHS/KOK/*)