Menang melawan Perseru Serui, adalah kemenangan pertama Ricky Nelson sebagai pelatih di pentas kompetisi teratas Indonesia. Tetapi ia tak merasa lega atau berkurangnya tekanan. Sebab menurutnya, sebagai seorang pelatih tentu ia ingin hasil racikannya selalu sukses pada tiap laga.


Sehingga tekanan akan selalu datang pada dirinya, terutama ketika menjelang pertandingan. Tetapi itulah sepak bola, penuh kejutan dan hal non teknis juga bisa sangat mempengaruhi hasil laga. "Bersyukur tentu atas kemenangan pertama ini, tapi tekanan tak berkurang. Mungkin sampai akhir musim akan tetap ada," ucapnya.


Untuk itu ia selalu menyiapkan berbagai skema bermain dan juga mengatur komunikasi dengan pemainnya dengan baik. Lantaran, klub memiliki target tinggi dan diharapkan bisa masuk di papan atas. "Karena kami punya target tentu semangat tim harus terjaga dan juga menyiapkan berbagai skema bermain," tuturnya.


Namun, ia tetap berupaya untuk bisa menjaga hasil sempurna di kandang dan sesekali bisa meraih poin saat laga tandang. Sehingga untuk laga tadi malam ia memang hanya ingin hasil maksimal. "Saat kandang saya usahakan harus terus menang. Nah itu sudah dilalui, kini selanjutnya menyiapkan tim untuk laga tandang melawan Arema FC," sebut pelatih asal Kupang ini.


Sementara itu mewakili pemain Borneo FC, Abdul Rachman mengakui, saat ini ia dan rekan-rekannya mulai memahami skema bermain yang diterapkan pelatih. Namun, upaya itu tak bisa didapat tanpa belajar dan terus berlatih. "Hasil hari ini berkat kerja keras kawan-kawan, baik di lapangan dan kala latihan," ujarnya.


Ia juga mengakui jika pola menyerang klub berjuluk Pesut Etam ini kian membaik. Pemilik nomor punggung 17 ini siap untuk terus mengasah skema bermain itu. Hal ini untuk membuktikan kepada pendukung Borneo FC jika tim ini masih mampu bersaing di papan atas. "Kami ingin membayar kepercayaan pendukung dan juga pelatih," tandas pemain berposisi di bek kiri ini. (HFZ/KOK/*)