Sehari setelah meraih kemenangan atas Perseru Serui pada laga lanjutan Liga 1 2017, Borneo FC kembali menggelar laga ujicoba melawan tim juniornya Borneo FC U-19, Minggu (23/7) sore. Alhasil, laga di Stadion Segiri Samarinda itu berakhir dengan kemenangan 3-0. Shane Smeltz, Pedro Javier dan Leonard Tupamahu mencatatkan nama mereka dipapan skor pada laga ini.


Selepas laga, pelatih Ricky Nelson menerangkan sparing partner ini memang sengaja dilakukan agar seluruh tim dalam kondisi prima. “Pemain yang saya turunkan di ujicoba ini, mereka yang tak memiliki menit bermain di pertandingan Sabtu kemarin, stamina mereka tetap harus prima,” paparnya.


Jalannya laga sendiri berlangsung menarik, tim junior Borneo FC yang kini diasuh oleh Basri Badrusalam memberikan perlawanan sengit. Sesekali, mereka merepotkan pertahanan Borneo FC yang digalang Kunihiro Yamashita dann Leonard Tupamahu.


Namun, Borneo FC yang bermaterikan pemain sarat pengalaman mampu meredam setiap serangan yang dibangun tim juniornya. Gol pertama Borneo FC lahir pada menit ke-13 lewat sepakan Shane Smeltz memanfaatkan skrimit di kotak 16. Gol pemain berpaspor Selandia Baru itu sendiri bertahan hingga jeda turun minum.


Memasuki babak kedua, Borneo FC menambah pembendaharaan gol, kali ini sundulan Pedro Javier pada menit ke-49 dan sepakan keras dari luar kotak penalti Leonard Tupamahu pada menit ke-56 memaksa tim junior mengakhiri laga ujicoba dengan kekalahan telak 3-0.


“Ini bukan perihal kalah atau menang, kami bersyukur bisa mendapatkan kesempatan menjajal tim senior, terlepas kami juga perlu laga ujicoba sebelum nanti memulai kompetisi U-19 pada awal Agustus mendatang,” terang Basri Badrusalam, pelatih Borneo FC berlisensi C AFC itu.


Sementara itu, disaat pemain yang memiliki menit bermain sedikit bertanding, Lerby Eliandri dan kawan-kawan juga menjaga kebugaran dengan berlatih dibelakang gawang. Dipandu pelatih fisik asal Montenegro, Vladimir Krunic, penggawa Pesut Etam tampak enjoy melahap seluruh program. Selain melakukan peregangan otot, Vlado juga menyisipkan latihan bola tenis. “Mereka hanya sebatas untuk menjaga kondisi, karena idealnya setiap pemain bola harus tetap bergerak dalam jangka waktu tertentu,” sahut head media officer Borneo FC, Muhammad Abe Hedly Sundana. (AHS/KOK/*)