Kebijakan manajemen Borneo FC menurunkan harga tiket masuk pertandingan kandang di Stadion Segiri Samarinda, rupanya tak berimbas terhadap jumlah penonton yang datang. Kondisi ini membuat, pemasukkan klub berjuluk Pesut Etam merosot tajam.


Saat melawan Perseru Serui, Sabtu (22/7) malam lalu, pendapatan kotor panpel Borneo FC hanya 90 juta. Hal itu belum dipotong biaya operasional panpel dan keamanan. Praktis, dalam hal ini manajemen kembali harus merugi.


Minimnnya jumlah penonton berimbas dengan kurangnya pemasukkan saat tim bertanding di Stadion Segiri memang dialami sejak musim kemarin, saat Indonesia Soccer Championship (ISC) A.


Namun kondisi berbeda justru diperlihatkan masyarakat Samarinda saat Borneo FC berlaga di ajang turnamen. Seperti Piala Jenderal Sudirman, Piala Gubernur Kaltim dan Piala Presiden, stadion berjuluk Theater of Hell selalu dipadati penonton. "Kami juga bingung dengan kondisi ini, animo masyarakat naik turun, padahal beberapa inovasi untuk menarik dukungan sudah kami lakukan semaksimal mungkin," papar Chief Marketing Borneo FC, Muhammad Novi Umar.


Dijelaskan Novi, faktor ekonomi masyarakat saat ini juga menjadi salahsatu penyebab turunnya keinginan masyarakat menyaksikan langsung pertandingan di Stadion Segiri. Terlepas itu, kickoff pertandingan yang digelar pada sore hari juga menjadi deretan dari faktor lainnya.


"Tiket dengan harga normal atau saat diturunkan, perbedaannya tipis, jumlah penontonya tetap sama. Hanya saja, jika tiket diturunkan, pendapatan jadi berkurang. Alhasil, klub jadi nombok untuk bayar kebutuhan operasional pertandingan," tambahnya.


Selaras dengan Muhammad Novi Umar, pengamat sepak bola Kaltim, Fajrian Nur Darmansyah menerangkan faktor ekonomi yang tak menentu saat ini menjadi hal utama minimnya dukungan suporter ke Stadion. "Itu saya lihat tak hanya terjadi di Samarinda, hampir seluruh stadion di Indonesia seperti itu, kecuali di beberapa kota wilayah Jawa," sahut Fajrian.


"Karena yang saya lihat, tuntutan saat ini sangat tinggi terhadap tim, sayang tidak dibarengi dengan dukungan nyata ke stadion," tambahnya. "Saya yakin, dengan kekuatan Nabil Husein dibelakang Borneo FC, tim ini akan kuat, dan akan lebih kuat lagi jika dukungan masyarakat bisa lebih padu. Sehingga tercipta rasa memiliki yang kuat demi kejayaan kota Samarinda," pungkas Fajrian. (AHS/KOK/*)