Entah apa yang membuat jumlah kehadiran pendukung Borneo FC semakin hari terus menyusut, bahkan dalam 7 laga kandang di putaran pertama ini, Borneo FC menempati peringkat ke-15 dengan angka kehadiran hanya 14.30 persen.


Hal ini berbanding terbalik dengan pencapaian tim, yang selalu meraih kemenangan dan hebatnya hanya kemasukkan satu kali.


Menanggapi hal itu, Chief Marketing Borneo FC Muhammad Novi Umar mengaku telah melakukan berbagai cara agar jumlah tersebut bisa lebih baik. Salahsatunya dengan memasang banner jadwal pertandingan disejumlah titik. Selain itu, ia juga menjelaskan Borneo FC juga gencar memberitahukan jadwal pertandingan di dunia maya.


“Ia kita berada di posisi 15 dengan 14.30 persen soal kehadiran pendukung di stadion, kita kalah dengan Persiba Balikpapan dan Barito Putera. Tapi jumlah penonton kita masih lebih banyak dibanding Mitra Kukar dibawah kita satu strip dengan 13.70 persen. Padahal kita gencar melakukan promosi pertandingan kandang Borneo FC di Samarinda,” ujar Novi.


Kondisi ini, mau tak mau berimbas terhadap pendapatan tim. Alih-alih untung, untuk membiayai operasional panpel saja Borneo FC harus nombok. Terlepas saat melawan Perseru Serui, diturunkannya tiket menjadi Rp30 ribu untuk tribun ekonomi dan Rp65 ribu untuk tribun VIP, angka kehadiran penonton tak bergeming. Masih tetap sama, bahkan condong menurun.


“Tidak ada perubahan meski tiket diturunkan, justru berimbas dengan kurangnya pemasukkan,” tambah pria yang dikenal juga sebagai pencipta lagu "Jadikan Aku yang Kedua" tersebut.


Untuk itu agar tak terus merugi, saat melawan Sriwijaya FC pada 5 Agustus nanti, tiket kembali diberlakukan normal. Yakni tribun ekonomi dipatok Rp40 ribu dan tribun VIP dijual dengan harga Rp70 ribu. Harga ini juga berlaku untuk pertandingan tim junior, Borneo FC U-19 melawan Persiba Balikpapan U-19, dihari yang sama.


“Mari kita bantu keuangan satu-satunya klub asal Samarinda ini dengan membeli tiket resmi, datang ke stadion dan berikan dukungan kalian dengan tulus, karena tim ini berjuang membawa nama Kota Samarinda,” pinta Novi Umar.


Penjualan tiket melawan Sriwijaya FC pun sudah dilakukan sejak 25 Juli kemarin. Menariknya, pembelian tiket pre order ini lebih murah jika dibanding saat membeli di hari pertandingan. “Kami sudah jual tiket lawan Sriwijaya FC di Borneo FC Store, harga pre order adalah Rp37 ribu untuk ekonomi dan Rp67 untuk tribun VIP. Selain itu, akan ada undian berhadiah voucher belanda dari tiket yang dibeli,” pungkasnya. (AHS)