Pemain belia Borneo FC, Wahyudi 'Tole' Hamisi diselimuti bahagia. Tepat hari ini, pemain bernomor punggung 33 itu genap berusia 20 tahun. Doa dan harapan mengalir di usianya yang menapaki masa matang.


Tak ada perayaan khusus ulang tahun Wahyudi. Ia merayakannya secara sederhana bersama rekan-rekannya di Borneo FC saat perjalanan menuju ke Malang.


Pemain yang akrab Dipanggil Tole ini tetap fokus meniti karirnya di lapangan hijau agar bisa membahagiakan kedua orangtuanya.


"Di umur yang baru ini, semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan bisa lebih membanggakan orangtua," kata Wahyudi.


Kedua orangtua selalu jadi penyemangat dan motivasinya dalam menggeluti si kulit bundar. Lahir dari keluarga seserhana di pelosok kampung Kotamubagu, Sulawesi Utara, Wahyudi tumbuh sebagai pesepakbola profesional lewat bakat alami.


Perlahan tapi pasti, pemain yang tak pernah mengecap akademi sepakbola ini justru mampu menembus timnas U-17.
Dari situ Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin mencium bakat Wahyudi dan mengajaknya berlabuh ke Stadion Segiri, Samarinda.


Peruntungannya di Borneo FC mulai membaik seiring kesempatan bermain yang diberikan pelatih. Sejauh ini Wahyudi sudah mencatatkan 10 penampilan bersama Pesut Etam di Liga 1. Di usia yang masih belia, Wahyudi bersyukur bisa menyisihkan penghasilannya untuk orangtua.


"Membahagiakan orangtua itu yang paling utama. Kalau tahun lalu pas masih main di U-23 Borneo, orangtua masih kirim uang untuk biaya hidup saya. Tapi alhamdulillah tahun ini saya bisa mengirimkan uang ke Orangtua," kata anak bungsu dari dua bersaudara ini.


Wahyudi kini menatap laga melawan Arema FC. Ia bertekad mewujudkan kemenangan perdana Pesut Etam di laga away sebagai kado ulang tahunnya. Apalagi Wahyudi punya kans bermain Menghadapi Arema FC lantaran Flavio absen.


"Tentu ini jadi motivasi untuk memberikan yang terbaik buat Borneo FC. Semoga bisa meraih kemenangan tandang perdana," ujar pemain yang mengidolakan Firman Utina ini. (DMZ/KOK)