Malam ini Borneo FC bakal meladeni tuan rumah Arema FC pada laga lanjutan pekan 17 Go-Jek Traveloka Liga 1 2017. Kedua tim memiliki pemain berkualitas, terutama di lini tengah. Contohnya di Borneo FC, absennya Flavio Beck Junior karena akumulasi kartu, membuat peran pemain muda Abdul Aziz sebagai penyuplai bola siap dimainkannya.


Aziz sendiri mengaku lebih siap bermain. Sebab ia mendapat banyak pengalaman bermain selama masa pinjaman di Liga 2 bersama 757 Kepri FC. Aziz pun mengakui jika Arema bukanlah lawan yang enteng. "Semua orang tahu Arema tim yang kuat dan bagus. Juga tim besar di Indonesia dengan suporter fanatik. Tapi kami tak gentar dengan nama besar itu, justru kami makin termotivasi," ucap Aziz.


Kapten tim sepakbola PON Jabar ini menilai, saat ini ia dan rekan-rekannya sedang dalam posisi mental yang bagus. Maka misi untuk meraih kemenangan tandang pertama pun siap diraih. "Memang hasil laga tandang berbanding terbalik dengan laga kandang, hal ini yang membuat kami semakin bersemangat untuk bisa meraih kemenangan pertama di laga tandang," ujarnya.


Ia pun siap tampil maksimal malam ini, bentrokan dengan pemain seperti Hanif Sjahbandi, Adam Alis atau Ahmad Bustomi sekalipun siap dilakoninya. "Saya siap bertarung habis-habisan, termasuk menghadapi pemain yang satu posisi dengan saya, seperti Adam Alis, Bustomi dan Hanif Sjahbandi," paparnya.


Di sisi lain, pelatih karateker Borneo FC, Ricky Nelson turut angkat suara perihal kekuatan Arema. Pelatih berumur 37 tahun ini mengatakan jika situasinya saat ini berbeda dengan saat ia menelan kekalahan telak pada final Piala Presiden 2017 atas Singo Edan. Sebab, materi tim besutannya bukan yang dulu lagi, atmosfer pertandingan pun juga tak sama.


"Turnamen dan liga itu berbeda. Kalau turnamen satu bulan selesai, nah di liga panjang dan ada faktor non teknis yang ikut bermain," tuturnya.


Tetapi baginya, pengalaman melawan Arema di final pada Maret lalu membuat ia tahu banyak skema yang dimainkan Aji Santoso. Sehingga ia pun yakin taktik yang akan diterapkan kali ini bakal berhasil. "Kalau dibilang balas dendam, semoga itu terjadi," tegasnya.


Dua hasil minor yang dialami Arema menurutnya juga tak mempengaruhi kondisi tim arek Malang ini. Justru hal itu makin meningkatkan motivasi pemain dan pelatih untuk memperbaiki penampilan tim. Ini yang harus kami waspadai. Sebab Arema pasti ingin bangkit, dan bagi saya Arema bukan lawan yang mudah sebutnya.


Pelatih asal Kupang, Nusa Tenggara Timur ini juga menyebut semua pemain Singo Edan bakal diwaspadainya. Baik itu Gonzales, Esteban Viscara, Adam Alis maupun bek Arthur Cunha bakal dijaga ketat. "Jadi, secara tim kami harus berjuang besok untuk bisa meraih poin, minimal satu," tandasnya.


Arema seperti diketahui dalam dua laga terakhir memetik hasil yang mengecewakan, mereka takluk 2-0 dari tuan rumah Semen Padang setelah dipermalukan Persipura dengan skor sama di kandang sendiri, sebelumnya. Dua kekalahan beruntun itu memaksa Arema keluar dari lima besar dan kini berada di urutan ke-6 dengan 25 poin.


Sebaliknya, Borneo FC justru datang ke laga malam ini dengan modal positif, memetik kemenangan 2-0 atas tamunya Perseru Serui di Stadion Segiri. Hasil itu membuat Borneo tetap melanjutkan catatan positif mereka di laga kandang, meski performa tandang mereka yang buruk membuat mereka hanya mampu mendekam di papan tengah dengan 7 kemenangan, 2 seri dan 7 kekalahan dari 16 laga. (HFZ/KOK/*)