Borneo FC belum mampu mewujudkan target menang di laga pamungkas putaran Pertama Liga 1. Pesut Etam hanya bisa mencuri satu poin, setelah bermain dengan hasil imbang 0-0 lawan Arema. FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (30/7).


Bermain dengan starting line Up Manuver, Pesut Etam tampil percaya diri menahan gempuran tuan rumah. Berkali-kali Esteban Vizcarra mengancam lini pertahanan Borneo FC, beruntung Muhammad Ridho tampil luar biasa menjaga keperawanan gawangnya.


Pesut Etam yang bermain dengan 3 bek tengah dan 2 wingback, cukup mampu meladeni perlawanan Singo Edan. Sayangnya peluang apik Borneo FC gagal dimanfaatkan sempurna oleh barisan Penyerang Pesut Etam.


Usai laga Caretaker Ricky Nelson tetap bersyukur lantaran melawan Arema tidaklah mudah. "Saya bersyukur satu poin di laga away. Meskipun hanya hasil imbang yang penting kita bawa pulang poin ke Samarinda," katanya.


Ricky juga mengaku puas manuvernya berjalan lancar dengan memainkan 3 bek yaitu Yamashita, Matheus, dan Leo Tupamahu. Ia beralasan formasi 3 bek sengaja digunakan untuk menutup ruang tembak Cristian Gonzales dan Esteban Vizcarra.


"Kita melihat bermain 3 bek Untuk merrdam Gonzales dan Esteban Vizcarra. Babak kedua mengganti formasi 4-2-3-1. Rupanya Lawan terpancing dan menggantikan Gonzales. Dan mereka akan bermain short pass. Jadi tidak ada masalah. Babak pertama kita punya peluang harusnya bisa dua gol tapi inilah sepakbola," ungkapnya.


Hasil ini sekaligus menegaskan status Borneo yang belum terkalahkan ketika berlaga di Stadion Kanjuruhan, Malang. "Misi balas dendam itu relatif lah jadi bagi saya itu yang intinya Borneo gak pernah kalah di Kanjuruhan," ujarnya.


Sementara itu Ponaryo Astaman menilai hasil imbang ini mampu mengangkat kepercayaan diri pemain dan tetap me jaga asa Borneo FC bersaing di papan atas. "Satu poin yang berat. Dan ini cukup berharga dari sisi nilai dan peringkat di klasemen," ujar pemain bernomor punggung 11 Ini. Borneo FC menempati peringkat 10 dengan koleksi 24 poin. (DMZ/KOK)