Laga Arema FC melawan Borneo FC, pada Minggu (30/7) lalu berjalan dengan tempo dan tensi tinggi di Stadion Kanjuruhan Malang.


Alhasil pertandingan yang berakhir dengan skor 0-0 itu diwarnai dengan 2 kartu kuning dan satu kartu merah. Bahkan, pemain Borneo FC, Diego Michiels diganjar kartu merah karena dianggap dengan sengaja menanduk wasit Muchamad Adung di penghujung babak kedua.


Hal ini sekaligus membuat Diego harus absen pada pertandingan selanjutnya menghadapi Sriwijaya FC, Sabtu (5/8) mendatang. Tak hanya kartu merah, Borneo FC juga dirugikan dengan insiden yang menimpa bomber andalannya, Lerby Eliandry.


Pemain bernomor punggung 12 itu harus mendapat 3 jahitan di pelipis kanannya akibat berbenturan dengan pemain Singo Edan. Dokter tim Borneo FC, Hadi Wijaya mengungkapkan pihaknya langsung menangani kondisi Lerby agar tidak terjadi infeksi.


"Sesaat dia masuk, waktu mau nanduk bola ada kaki pemain lawan yang kena. Jadi dia luka di pelipis kanannya. Sehabis pertandingan dia langsung kita operasi kecil di ruang ganti, perlu tiga jahitan untuk menutup lukanya," kata kepala dokter IGD RSUD Abdul Moeis, Samarinda Seberang.


Meski harus mendapat jahitan, Hadi memastikan kondisi Lerby tidak parah. Kemungkinan saat kembali ke Samarinda, Lerby sudah boleh berlatih seperti biasa namun perlu beberapa waktu menghindari kontak dengan bola di udara.


"Secara fisik Lerby tidak ada masalah, dia siap berlatih, cuman lukanya kan masih basah jadi harus lebih hati-hati terutama saat duel bola atas, agar tidak robek lagi," ungkap Dr Hadi Wijaya. (DMZ/KOK)