Borneo FC tak hanya memperbaharui kekuatan skuatnya dengan mendatangkan pemain baru. Demi menghadapi putaran kedua Liga 1, stadion Segiri Samarinda juga ikut bersolek. Stadion yang terletak di jantung pusat Kota Tepian itu mempercantik penampilannya di bagian rumput.


Pemandangan unik terlihat pada rumput Stadion Segiri yang membentuk pola garis gelap terang memanjang dari sisi utara ke selatan. Stadion yang mampu menampung 13.000 penonton menggunakan teknik refleksi cahaya pada rumputnya, sehingga saat dilihat seolah membentuk gradasi hijau gelap dan terang.


Ketua Panpel Borneo FC, Herry Hasan mengatakan pihaknya sengaja mempersolek rumput stadion agar lebih cantik dan nyaman di lihat mata. Apalagi putaran kedua nanti Pesut Etam lebih banyak berlaga di kandang. "Panpel akan terus melakukan inovasi supaya bisa memberikan suasana baru di lapangan dan di mata penonton. Biar ada perubahan jangan yang model rumputnya itu-itu aja, jadi kami buat yang kreatif lah," katanya, Rabu (2/8).


Bukan sembarangan membentuk pola gradasi pada rumput stadion. Menurut Herry pihaknya tidak menerapkan pola tebal-tipis pada rumput stadion. Pasalnya, tebal-tipis rumput akan membuat pantulan bola menjadi liar dan tidak normal. Hal itu jelas mengganggu pemain di lapangan. Herry menjelaskan pihaknya menggunakan teknik khusus pemotongan yang membuat ketinggian rumput sama dengan hasil warna berbeda.


Menurutnya para pekerja hanya perlu memotong rumput dengan arah yang berbeda tiap berdasarkan batas yang sudah ditentukan. "Jadi teknik pemotongannya harus berbeda arahnya dari satu bagian ke bagian lain. Seperti zig-zag lah," ujarnya.


Hebatnya lagi pihaknya tidak menggunakan alat pemotong rumput modern atau mobil pemotong rumput seperti yang digunakan di stadion-stadion ternama di dunia. Pihaknya hanya menggunakan alat pemotong rumput dorong dengan sedikit menambahkan aksesoris tertentu untuk membuat posisi rumput membungkuk.


Sehingga rumput membungkuk ke arah kita, akan membuat warna menjadi gelap karena hanya mendapat sedikit pantulan cahaya, begitu pula sebaliknya. "Untuk mengerjakan ini kita hanya ada 6 orang petugas potong rumput dan cuma pakai alat pemotong yang didorong itu. Meski cukup memakan waktu tapi hasilnya memuaskan," ungkapnya yang membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari pemotongan.


Pihaknya berharap kedepannya klub ini memiliki alat pemotong rumput yang lebih modern, agar panpel mudah dan cepat berkreasi mempercantik tampilan lapangan. "Kami sudah menyampaikan itu ke Presiden Borneo FC, Nabil Husein untuk membeli mobil pemotong rumput. Tinggal tunggu waktunya saja kita bisa punya mesin itu," ucap pria yang kerap mengenakan topi itu. (AHS/KOK/*)