Kekalahan Borneo FC atas Sriwijaya FC tampak membekas di benak pemain. Tumbang dengan skor 0-1 di Stadion Segiri, Samarinda, para pemain Borneo FC keluar lapangan dengan kepala tertunduk lesu. Apalagi, kekalahan itu menghentikan laju rekor kemenangan Pesut Etam di Stadion Segiri.


Kapten Borneo FC, Ponaryo Astaman meminta maaf kepada seluruh penggemar lantaran timnya bermain di bawah performa. Borneo FC yang tampak perkasa di kandang saat putaran pertama lalu, justru mengawali putaran kedua dengan payah.


"Mohon maaf awal putaran kedua ini hasil tidak bagus. Kami juga kecewa dengan hasil ini," kata pria yang akrab disapa Popon ini usai pertandingan, di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (5/8/2017).


Ia menilai kekalahan ini sebagai ujian untuk timnya agar tidak terlena dengan kemenangan demi kemenangan di kandang.


"Ini ujian buat kita agar melangkah lebih jauh. Semoga bisa melewati cobaan ini dengan utuh dan kuat. Saya harap elemen klub tetap bersatu. Masih ada pertandingan selanjutnya," ungkap Ponaryo.


Ia juga mengajak rekan-rekannya untuk bangkit dari keterpurukan ini. Menurutnya kekalahan ini harus membentuk mental yang kuat bagi setiap pemain Pesut Etam.


"Ini ujian tim dan individu. Tanpa kejadian seperti ini kita tak mungkin lebih kuat. Dengan begini, kita harus mendapat cobaan lebih besar supaya kita harus berpikir ini dengan positif," tutur pemain bernomor punggung 11 ini.


Dari 8 laga kandang, Pesut Etam mengemas 7 kali kemenangan dan satu kekalahan atas Sriwijaya FC. Kekalahan ini sekaligus memperpanjang rekor Borneo FC yang tak pernah menang atas Laskar Wong Kito musim ini. Pada pertemuan putaran pertama lalu, Borneo FC juga tumbang dengan skor yang sama di Palembang. (DMZ/KOK/*)