Kekalahan Pesut Etam atas Sriwijaya FC, Sabtu kemarin (5/8), mencoreng kesucian Stadion Segiri. Rekor kemenangan 100 persen di kandang harus terhenti. Kekalahan itupun membuat Pesut Etam terjerembap di papan bawah klasemen.


Caretaker Borneo FC, Ricky Nelson mengaku bertanggungjawab atas performa buruk timnya. Bahkan kekalahan itu diyakini membuat posisinya sebagai caretaker Borneo FC terancam.


Menanggapi hal itu, Ricky tetap percaya diri mengatasi tekanan. Namun ia berjanji akan memberikan kemenangan di laga tandang Borneo FC sebagai pengganti kekalahan atas Sriwijaya FC.


"Pastilah ini tekanan. Tekanan akan selalu ada. Tim harus mendapat tekanan supaya harus lebih baik. Pasti kami lebih berat harus berusaha bisa menang supaya bisa mengganti poin hari ini," ungkapnya di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (6/8/2017).


Manuver Ricky pada laga itu disebut sebagai biang keladi kekalahan Pesut Etam. Pasalnya Ricky langsung berani memainkan dua debutan, Jefri Kurniawan dan Dinan Javier. Sayangnya permainan kedua pemain anyar itu masih di bawah performa.


Namun Ricky membantah manuvernya itu sebagai ajang coba-coba. Menurutnya Dinan dan Jefri sudah siap tampil dan menunjukkan progres yang baik saat latihan.


"Segala sesuatu dalam sepakbola harus mencoba. Saya pikir sah-sah aja. Babak pertama kita ada peluang. Tapi Counter Attack lawan berbahaya dan menjadi Gol," katanya.


Ricky juga berjanji akan mengevaluasi finishing anak asuhnya. Pasalnya penyerang Pesut Etam tampak tumpul di depan gawang. Borneo FC menciptakan 10 peluang, namun hanya 4 tendangan yang menemui target. Lerby dan Jefri gagal memanfaatkan peluang bagus yang sudah berhadapan 1 lawan 1 dengan kiper. Dari 4 laga terakhir, Ricky hanya mampu meraih 4 poin bersama Pesut Etam.


"Kami tidak bisa mencetak gol dan ini problem. Kami akan evaluasi ini dan terus ingkatkan finishing. Kami berharap problem ini terselesaikan dan berjalan baik di laga selanjutnya," ucap Ricky.


(DMZ/KOK/*)