Hasil buruk Borneo FC usai menelan kekalahan di kandang pekan lalu turut menggoyang kursi Ricky Nelson dari posisi caretaker. Formasi yang kerap berubah-ubah dituding sebagai biang keladi tercorengnya kesucian Kandang Neraka selama gelaran Liga 1. Ricky terlalu berani bermanuver di kandang sendiri, padahal lawan yang dihadapi punya kualitas bagus dan dahaga nilai.


Manager Borneo FC, Farid Abubakar mengungkapkan sejauh ini pihaknya masih mempercayai Ricky Nelson sebagai juru taktik. Namun pihaknya memberi ultimatum kepada Ricky agar memetik hasil memuaskan pada laga melawan PS TNI, Minggu (13/8) nanti. "Pelatih Ricky Nelson diberi kepercayaan sampai laga lawan TNI. Status masih caretaker dan jika hasil lawan PS TNI masih buruk maka akan dicari pengganti," ungkapnya, Selasa (8/8).


Menurut Farid, pihaknya bakal segera bergerilya mencari pelatih berkualitas yang sedang menganggur. Namun ia enggan menyebutkan nama incarannya. "Untuk saat sekarang sudah susah cari pelatih. Kami fokus ke pelatih lokal saja. Tapi rata-rata pelatih lokal yang punya kualitas itu sedikit saja yang menganggur. Kita akan jalin komunikasi dengan beberapa nama dalam waktu dekat," katanya.


Sementara itu terkait komposisi skuatnya, Farid mengatakan bakal menambah 1-3 pemain anyar lagi guna menambah kekuatan tim. Ia mengaku timnya fokus mencari bek tangguh lokal diplot menjadi deputi Matheus Lopez dan Kunihiro Yamashita. Posisi bek memang agak lowong pasca kepergian Firly Apriansyah ke Bhayangkara FC.


"Pemain prioritas bek untuk ganti Firly dan diupayakan bukan pemain muda karena takut kurang pengalaman. Pemain muda lebih dicari untum pemain depan," ujarnya.


Saat ini Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin berada di Jakarta dan siap menjalin komunikasi dengan beberapa nama incaran Pesut Etam. (DMZ/KOK)