Borneo FC memilih mengakhiri latihan lebih awal dari biasanya pada sesi latihan rutin di Stadion Segiri Samarinda Rabu (16/8) sore kemarin.


Hujan disertai petir mengganggu kenyamanan latihan Pesut Etam. Lapangan pun tergenang air setinggi mata kaki. Hal ini membuat pelatih kepala Borneo FC, Iwan Setiawan menghentikan sesi latihan lebih awal.


Fisioterapis Borneo FC, Luthfi Nanda menjelaskan kondisi lapangan yang tergenang air sangat berisiko membuat pemain cedera, apabila latihan terus dilanjutkan. "Lapangan seperti ini tidak ideal dan kemungkinan banyak terjadi slip," kata Luthfi.


Terlebih saat latihan, para pemain banyak yang tak mengenakan sepatu ber-pul besi. Hanya Leo Tupamahu dan Flavio yang tampak mengenakan sepatu pul besi, sedangkan pemain lainnya mengenakan sepatu pul karet. Sepatu pul karet ini dianggap rawan membuat pemain terjungkal atau terpeleset.


"Saya mendukung keputusan pelatih yang tanggap akan situasi ini. Memang lebih baik kita gak melanjutkan latihan, karena banyak pemain yang tidak mengenakan sepatu pul besi. Itu sangat bahaya, bisa-bisa cedera karena terpeleset," ucapnya.


Tak hanya itu, Luthfi menilai pemain juga akan kesulitan konsentrasi dengan bola karena lapangan yang banjir. "Main saat hujan sebenarnya bikin pemain cepat lelah dan jarak pandang yang kurang baik," pungkas Lutfi. (AHS/KOK)