Bisa bermain untuk tim yang berasal dari daerah sendiri tentu menjadi impian bagi setiap pemain sepakbola, tak terkecuali bagi pelaku seni lapangan hijau di Samarinda. Pusamania Borneo FC yang berlaga di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia berkomitmen untuk memajukan persepakbolaan Kaltim, Samarinda khususnya, dengan memberdayakan putra daerah.


Adalah Riskal Susanto, salah satu dari sekian putra daerah yang dikontrak PBFC untuk memperkuat Pesut Etam. Pemain kelahiran Samarinda 8 Juli 1992 dianggap mempunyai potensi untuk berkembang. Prospek bagus ditunjukkan Riskal hingga akhirnya diganjar dengan kontrak profesional.


"Aku senang bisa menjadi bagian dari PBFC, apalagi ini klub profesional pertamaku. Sebagai pemain lokal aku ingin memberikan yang terbaik bagi tim ini. Aku juga ingin banggakan keluargaku dari sepakbola," tutur Riskal saat penandatanganan kontrak beberapa waktu yang lalu.


Nabil Husein Said Amin, komisaris PT Nahusam Pratama Indonesia, yakin dengan potensi yang dimiliki Riskal dan tanpa pikir panjang langsung menyodorkan kontrak. "Riskal punya potensi yang baik. Kita butuh pemain di posisi dia. Dia juga anak asli sini. Ada nilai kebanggaan sendiri bisa merekrut dia ke PBFC" ungkap Nabil.


Untuk sementara Riskal hanya dikontrak setengah musim. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi Riskal untuk mendapat kontrak jangka panjang. "Insya Allah apabila Riskal bisa menunjukkan prestasi yang baik dan saya puas dengan performa dia, mungkin saya akan mengontraknya dua sampai tiga tahun. Bukan hanya untuk Riskal, tapi juga buat putra-putra daerah yang lain," pungkas Nabil.


Memang, berbicara mengenai pengalaman Riskal masih minim. Butuh jam terbang yang lebih bagi Riskal untuk dapat menunjukkan dirinya yang sesungguhnya. Riskal sendiri sudah menjalani debutnya bersama PBFC saat berhadapan dengan Persekap Pasuruan pada 11 Juni lalu.


Bermain selama 53 menit sebelum akhirnya ditarik keluar, Riskal memang kelihatan sedikit nervous dalam debutnya ini. Namun, pergerakan dengan atau tanpa bolanya sangat bagus. Begitupun saat beberapa kali mengirim umpan ke kotak penalti, crossing Riskal sangat memanjakan bomber-bomber Pesut Etam. "Dia punya kemampuan, tapi hanya perlu adaptasi lagi, pesan saya untuk dia tetap terus belajar dan tidak besar kepala," tutur pelatih PBFC, Iwan Setiawan.


Menyisakan empat laga lagi, Riskal berusaha untuk merebut satu tempat di tim inti. Dirinya pun berjanji akan menampilkan permainan terbaik yang dia miliki untuk Pusamania Borneo FC. "Aku terus berusaha dan meyakinkan pelatih untuk bisa mendapat tempat di tim inti. Insya Allah ke depannya saya ingin membawa tim ini ke ISL," kata Riskal mengakhiri. (Zezen/*)