Gempa bumi kembali mengguncang pesisir barat Sumatra pada Jumat (1/9) dini hari. Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) ini membuat panik warga Padang, Sumatera Barat.


Tak terkecuali rombongan Borneo FC Samarinda, merekapun berlarian keluar hotel tempat menginap. Ya, tim berjuluk Pesut Etam ini baru saja melakoni laga lanjutan Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 di Stadion Agus Salim, Padang, Kamis (31/8) sore.


Kebutulan tadi waktu gempa saya di kamar, saat ngerasai getaran saya reflek untuk bangkit dan segera keluar. Dan ternyata para pemain juga pada keluar, tapi semua aman kok, sekarang kembali normal," kata Brillian Sanjaya, Media Officer Borneo FC.


Seperti dilansir Republika, titik pusat gempa berada di 82 kilometer (km) dari Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Koordinat episentrum berada pada 1.30 LS dan 99.66 BT dengan kedalaman pusat gempa 10 km. Informasi itu didapat melalui rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau.


Gempa inipun dinyatakan tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, beberapa pemain Pesut Etam tetap tak tenang. Maklum, beberapa diantaranya mengaku kejadian ini adalah yang pertama kalinya. Sebelumnya, pada gelaran Semifinal Leg Kedua Piala Jenderal Sudirman tahun 2015, skuad Borneo FC juga mengalami hal serupa. Kala itu, getaran gempa pun membuat penggawa Pesut Etam kocar-kacir keluar hotel.


"Dulu 2015 kejadiannya sama, dinihari juga dan sehabis bertanding juga. Ya sebagian dari kita sudah pernah merasakan gempa sih, jadi tidak panik-panik banget, cuman ya memang ada beberapa yang baru pertama kali merasakan gempa, jadi agak kaget," timpal Brili lagi.


Borneo FC sendiri memilih bertahan satu hari untuk memberikan kesempatan sholat dan berlebaran Idul Adha di Ranah Minang. Anak asuh Iwan Setiawan rencananya baru akan bertolak ke Gresik pada 2 September pagi guna persiapan melawan Persegres Gresik United pada 4 September mendatang. (AHS/ROL/KOK)