Keinginan Borneo FC U-17 untuk berlaga di Piala Suratin 2017 zona Kalimantan Timur sepertinya bakal sulit terwujub. Sebab, adanya aturan yang hanya memperbolehkan satu daerah diwakili satu tim adalah akar masalahnya.


Ya, jika dipulau Jawa setiap klub profesional bisa menyertakan tim juniornya berlaga di Piala Suratin 2017 seperti surat edaran PSSI Pusat, hal berbeda justru terjadi di Kalimantan Timur.


"Untuk Piala Suratin di Kaltim diwakili atas nama kota, bukan klub seperti di Jawa, nah untuk Samarinda, slotnya sudah diwakili Askot PSSI Samarinda, sama seperti kota lainnya yang diwakili Askot setempat," urai Awang Darmawan, Manajer Borneo FC Junior.


Tak selarasnya aturan penyelengaraan Piala Suratin 2017, khususnya yang terjadi di Asprov PSSI Kalimantan Timur memang disayangkan. Pasalnya, Borneo FC Samarinda dalam kurun waktu empat bulan terakhir telah menyiapkan komposisi tim yang akan diturunkan pada ajang bergengsi U-17 ini. Bahkan, mereka mendatangkan Muhammad Arifin Syafril, pelatih berlisensi AFC C untuk memimpin pasukan muda tersebut.


"Rugi? jelas rugi. Nggak sedikit ini dana yang dikeluarkan untuk membentuk tim muda, perlu diketahui selain tim senior, di Borneo FC ada Youth Development atau pengembangan bakat pemain usia muda yang dikepalai langsung Coach Ricky Nelson, pelatih berlisensi A AFC. Kita punya tim U-15, U-17 dan U-19. Tapi kalau ujung-ujungnya ikut kompetisi skala nasional nggak bisa karena aturan-aturan yang seperti ini, kami juga bingung sekarang," pungkasnya. (AHS/KOK)