Pelatih Borneo FC Iwan Setiawan akhirnya meminta maaf perihal pernyataan nyelenehnya terhadap Timnas U-19. Iwan sebelum dituding mendoakan Timnas U-19 gagal di Piala AFF U-18 2017 di Myanmar. Namun pada laga itu, timnas menang 2-1.


Dikonfirmasi terkait hal itu, Iwan menyebut hanya memberikan prediksi pertandingan bukan mendoakan kalah. “Bukan maksud saya mendoakan. Karena itu tidak pantas,” ucap Iwan pada jumpa pers di kantor Borneo FC, Rabu (6/9/2017) kemarin.


Kronologi cuitan Iwan terjadi setelah Borneo FC berhasil menekuk tuan rumah Persegres Gresik United 1-0 di pekan ke-23 Liga 1. Media lokal Surabaya langsung menghampiri, setelah jumpa pers pertandingan. Beberapa pertanyaan muncul hingga berujung prediksi peluang Timnas U-19 yang berlaga di Myanmar.


Menilik performa Timnas U-19, Iwan menyebut, ada lawan-lawan berat yang bakal jadi batu sandungan. Kans untuk merebut gelar juara pun kecil kemungkinannya. Sebab, negara pesaing seperti Vietnam dan Thailand memiliki pembinaan yang terbilang lebih matang.


Ditegaskan Iwan, apa yang dilontarkan sesuai data dan fakta di lapangan. Beberapa waktu lalu, dia bahkan sempat menimba ilmu ke Vietnam dan melihat langsung pola pembinaan yang dilakukan.


Sedari pagi hingga sore, program yang diberikan tertata rapi. Seluruh aspek, mulai kesiapan mental hingga pola latihan diasah dengan kedisiplinan tinggi. Pola tersebut yang dianggap belum sebanding dengan yang dilakukan Garuda Muda di masa pembinaan.


“Jadi, secara pribadi saya minta maaf pada suporter Pusamania dan manajemen Borneo FC, apabila ada kata yang kurang pantas diucapkan. Saya siap menerima sanksi bila memang terbukti bersalah sesuai klausul kontrak,” ucap Iwan.


Garis besar dari apa yang dilontarkan Iwan, dirinya tetap percaya diri ingin menangani Timnas U-19 yang saat ini masih ditangani Indra Sjafri. Meski dikenal blak-blakan, Iwan tetaplah sosok profesional di kancah sepak bola nasional. Tangan dinginnya banyak menelurkan bibit berkualitas Tanah Air.


Meski tidak berbicara soal taktik, Iwan mengaku, memiliki solusi jitu untuk meraih prestasi. Prosesnya pun jauh lebih tertata bila memang mendapat kepercayaan menjadi bagian dari tim pelatih Timnas Junior. “Saya ingin menempa mental pemain muda sedari dini. Gaya hidup harus teratur. Ya, kalau yang muslim misalnya, harus taat beribadah. Tingkat spiritual atlet wajib beriringan dengan semangat juang mereka,” jelas Iwan.


Sementara dari manajemen Borneo FC, Farid Abubakar selaku manajer tim masih mengumpulkan bukti-bukti, apakah Iwan bersalah atau tidak. Jika memang terindikasi merugikan klub, tanpa segan diberi sanksi. “Sanksi berupa peringatan, absen mendampingi tim, hingga pemecatan. Tapi, sejauh ini hubungan kami dengan coach Iwan sebenarnya cukup akrab. Kami saling paham karakter masing-masing,” sebut Farid.


Farid meyakini, apa yang diucapkan Iwan diiringi gimik (maksud) bercanda. Pasalnya, pertanyaan mengenai Timnas U-19, bukan kapasitasnya sebagai pelatih Borneo FC. “Mungkin apa yang disebutkan coach Iwan sebagai masukan untuk Timnas U-19. Ada aspek-aspek yang mesti ditingkatkan. Borneo FC sangat memahami karakter coach Iwan,” jelas Farid.


Ditambahkan Farid, apa yang dilakukan Iwan mesti jadi pelajaran berharga. Ke depannya, manajemen tim berharap, juru taktik yang dikenal religius itu untuk berhati-hati dalam menanggapi pertanyaan media. “Kami minta coach Iwan lebih fokus menangani tim. Kompetisi masih menyisakan banyak laga untuk dimenangkan,” pungkas pria berdarah Arab itu. (ARIB/KP)